AGRICOM, JAKARTA – Harga karet alam pada perdagangan SGX-SICOM pada Selasa (11/8/2026) terkoreksi. Harga karet tercatat sebesar US$2,192 per kg atau setara Rp38.820 per kg, turun Rp256 per kg dibandingkan perdagangan Senin (10/8/2026) yang berada di level Rp39.076 per kg.
Berdasarkan data perdagangan, harga SGX-SICOM pada Selasa masih bertahan di level yang sama, yakni 219,2 US Cent per kg. Dengan demikian, penurunan harga dalam rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Kurs yang digunakan pada perdagangan Selasa tercatat Rp17.706 per dolar AS. Sehari sebelumnya, kurs berada di level Rp17.823 per dolar AS.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Naik Tipis, Tembus Rp39.076/Kg pada Awal Pekan
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, pergerakan harga tersebut menunjukkan pasar karet masih berada dalam fase konsolidasi. Harga SGX-SICOM yang tidak berubah, sementara kurs bergerak lebih rendah, membuat nilai KKK dalam rupiah mengalami penurunan.
“Artinya, penurunan KKK 100% hari ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor kurs rupiah terhadap dolar,” jelasnya dalam keterangan yang diperoleh Agricom, Selasa (11/8).
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik Tipis ke Rp15.668/Kg, Bursa Malaysia Menguat ke Level Tertinggi 4 Bulan
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: Rp38.820 /Kg
- KKK 70%: Rp27.174 per kg
- KKK 60%: Rp23.292 per kg
- KKK 50%: Rp19.410 per kg
- KKK 40%: Rp15.528 per kg
- KKK 30%: Rp11.646 per kg
BACA JUGA: Harga Referensi Biji Kakao Agustus Melonjak 36,66%, HPE Tembus USD 5.064/MT
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)