Harga TBS Sawit Sumut Periode 22 –28 April 2026 Turun Tipis Menjadi Rp 3.906,61/kg

Harga TBS Sawit Sumut Periode 22 –28 April 2026 Turun Tipis Menjadi Rp 3.906,61/kg
Agricom.id

25 April 2026 , 18:44 WIB

Harga TBS sawit di Sumatera Utara periode 22–28 April 2026 melemah, seiring penurunan harga acuan meski level masih relatif tinggi. Foto: Yorri Farli/ Sawit Fest 2021

 

AGRICOM, MEDAN — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Sumatera Utara mengalami penurunan pada periode 22–28 April 2026. Penetapan yang dilakukan oleh tim harga daerah mencatat penurunan pada kelompok umur produktif.

Berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga, TBS sawit untuk umur 10–20 tahun turun sebesar Rp 42,63/kg menjadi Rp 3.906,61/kg. Penurunan ini mencerminkan koreksi harga di tengah dinamika pasar minyak sawit mentah (CPO).

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 17–23 April 2026 Turun ke Rp3.958/Kg

Dalam penetapan tersebut, harga CPO ditetapkan sebesar Rp 15.098,47/kg, sedangkan harga kernel berada di level Rp 15.828,00/kg, dengan indeks K sebesar 93,15%.

Mengacu data yang diperoleh Agricom.id dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumatera Utara, harga TBS untuk berbagai kelompok umur menunjukkan variasi. Untuk umur 3 tahun ditetapkan Rp 3.306,93/kg, umur 4 tahun Rp 3.527,71/kg, dan umur 5 tahun Rp 3.647,87/kg.

Selanjutnya, umur 6 tahun berada di level Rp 3.751,94/kg, umur 7 tahun Rp 3.709,01/kg, dan umur 8 tahun Rp 3.844,27/kg. Sementara umur 9 tahun tercatat Rp 3.875,60/kg.

BACA JUGA: Wamentan Sudaryono Pimpin Tanam Padi Serentak Nasional di Jambi

Pada kelompok umur lebih tua, harga TBS umur 21 tahun mencapai Rp 3.914,79/kg, umur 22 tahun Rp 3.881,79/kg, dan umur 23 tahun Rp 3.824,04/kg. Untuk umur 24 tahun turun ke Rp 3.710,25/kg dan umur 25 tahun menjadi Rp 3.606,72/kg.

Adapun untuk tanaman yang lebih tua, harga terus menurun seiring usia. Umur 26 tahun berada di Rp 3.580,47/kg, umur 27 tahun Rp 3.530,05/kg, umur 28 tahun Rp 3.476,81/kg, umur 29 tahun Rp 3.422,23/kg, dan umur 30 tahun Rp 3.367,65/kg.

Koreksi harga TBS ini menunjukkan adanya penyesuaian di tingkat hulu yang mengikuti pergerakan harga CPO. Meski mengalami penurunan, level harga saat ini masih tergolong kompetitif dan tetap memberikan margin bagi pekebun, terutama pada kelompok umur tanaman produktif.

Pelaku industri menilai stabilitas harga ke depan akan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global, termasuk pergerakan harga minyak nabati dan kebijakan energi berbasis sawit di dalam negeri. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP