Harga TBS Sawit Kalteng Naik, Periode I April Capai Rp3.897/Kg

Harga TBS Sawit Kalteng Naik, Periode I April Capai Rp3.897/Kg
Agricom.id

27 April 2026 , 20:27 WIB

Kenaikan harga TBS di Kalimantan Tengah didorong penguatan CPO dan kernel, dengan kelompok umur produktif mencatat level tertinggi. Foto: Agricom.id

 

AGRICOM, PALANGKA RAYA – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami kenaikan pada periode I April 2026 (1–16 April). Berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga, TBS untuk kelompok umur 10 hingga 20 tahun ditetapkan naik sebesar Rp124,52/kg menjadi Rp3.897,96/kg.

Kenaikan ini mencerminkan adanya perbaikan harga di tingkat petani, seiring penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya di pasar. Rapat selanjutnya untuk penetapan harga periode II April 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2026 di Palangka Raya.

Berdasarkan data yang diperoleh Agricom.id dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, harga TBS berdasarkan umur tanaman menunjukkan variasi. Untuk usia 3 tahun ditetapkan sebesar Rp3.174,12/kg, usia 4 tahun Rp3.297,63/kg, usia 5 tahun Rp3.454,72/kg, dan usia 6 tahun Rp3.589,52/kg.

Selanjutnya, usia 7 tahun berada di level Rp3.607,42/kg, usia 8 tahun Rp3.682,96/kg, dan usia 9 tahun Rp3.768,47/kg. Sementara itu, kelompok umur produktif 10–20 tahun mencapai Rp3.897,96/kg.

Untuk tanaman yang lebih tua, harga mulai menunjukkan tren penurunan. Sawit umur 21 tahun tercatat Rp3.843,37/kg, usia 22 tahun Rp3.744,07/kg, usia 23 tahun Rp3.635,97/kg, usia 24 tahun Rp3.541,75/kg, dan usia 25 tahun sebesar Rp3.484,14/kg.

Dalam penetapan tersebut, harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.657,03/kg dan harga kernel sebesar Rp15.869,55/kg, dengan indeks K sebesar 91,91%.

Kenaikan harga TBS ini menunjukkan kondisi sektor hulu yang mulai menguat, terutama pada kelompok umur produktif yang menjadi penopang utama produksi. Ke depan, pergerakan harga TBS diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika harga CPO global serta keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar domestik. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP