Harga TBS Sawit Jambi Periode 24-30 April 2026 Turun, Tertinggi Rp 3.894,43/Kg


AGRICOM, JAMBI – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi untuk periode 24-30 April 2026 resmi mengalami penurunan. Berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga TBS Provinsi Jambi, harga sawit untuk usia tanaman 10 hingga 20 tahun turun sebesar Rp 64,39 per kilogram menjadi Rp 3.894,43/Kg.

Penurunan ini mencerminkan adanya koreksi pada komponen penentu harga, termasuk harga minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel), yang menjadi dasar perhitungan penetapan TBS pekan ini.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (29/4) Naik ke Rp15.220/Kg, Bursa Malaysia Bergerak Terbatas

Dalam penetapan yang sama, harga minyak sawit mentah (CPO) tercatat sebesar Rp 14.112,11/Kg dan harga kernel Rp 15.825,50/Kg, dengan indeks K sebesar 95,02%.

Mengacu data dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, harga TBS berdasarkan umur tanaman ditetapkan bervariasi. Untuk tanaman berumur 3 tahun, harga berada di level Rp 3.014,23/Kg, sedangkan umur 4 tahun sebesar Rp 3.244,41/Kg.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Melemah Tipis Tertekan Ekspor dan Minyak Nabati Pesaing

Selanjutnya, sawit umur 5 tahun ditetapkan Rp 3.391,65/Kg, umur 6 tahun Rp 3.531,81/Kg, dan umur 7 tahun mencapai Rp 3.620,61/Kg. Untuk tanaman umur 8 tahun, harga berada di angka Rp 3.699,93/Kg.

Sementara itu, tanaman umur 9 tahun dihargai Rp 3.771,30/Kg. Harga tertinggi masih berada pada kelompok usia produktif 10 hingga 20 tahun sebesar Rp 3.894,43/Kg.

BACA JUGA: Rayakan 45 Tahun, GAPKI Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah Kawal Industri Sawit Nasional

Untuk tanaman yang lebih tua, harga mulai menurun. Sawit umur 21 hingga 24 tahun ditetapkan Rp 3.782,06/Kg, sedangkan umur 25 tahun berada di level Rp 3.617,35/Kg.

Meski mengalami penurunan, harga TBS di Jambi masih berada pada level yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata historis, sehingga tetap memberi ruang pendapatan yang cukup baik bagi petani sawit plasma maupun swadaya. Pelaku industri berharap stabilitas permintaan ekspor dan pergerakan harga CPO global dapat menopang harga tandan buah segar pada periode mendatang. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP