GAPKI Perkuat Perlindungan Pekerja Sawit Lewat Workshop Padu Perkasa di Bengkulu

GAPKI Perkuat Perlindungan Pekerja Sawit Lewat Workshop Padu Perkasa di Bengkulu
Agricom.id

08 May 2026 , 13:36 WIB

GAPKI gelar Workshop bertajuk Padu Perkasa: “Upaya Perbaikan Kesejahteraan Pekerja Harian di Industri Perkebunan Kelapa Sawit,” di Hotel Mercure Bengkulu, Kamis (7/5). Foto: Gapki/ Agricom.id

 

AGRICOM, BENGKULU — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus mendorong peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja di sektor perkebunan sawit melalui penyelenggaraan Workshop Padu Perkasa: Upaya Perbaikan Kesejahteraan Pekerja Harian di Industri Perkebunan Kelapa Sawit yang digelar di Mercure Bengkulu, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari perwakilan perusahaan anggota GAPKI serta perwakilan serikat pekerja dari masing-masing perusahaan.

BACA JUGA: Indonesia Perkaya Genetik Sawit, SDG Asal Tanzania Resmi Dilepas di Sumut

Workshop ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja dengan sistem Perjanjian Kerja Harian (PKH) di sektor perkebunan kelapa sawit melalui sosialisasi Padu Perkasa atau Panduan Umum Perjanjian Kerja Harian Sawit Berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu yang diwakili oleh Kepala Bidang Hubungan Industrial, Ali Sadikin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan workshop yang dinilai menjadi ruang dialog positif antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja dalam memperkuat implementasi ketenagakerjaan yang berkelanjutan di sektor sawit.

BACA JUGA: GAPKI dan KLH Gelar Apel Siaga, Perkuat Antisipasi Karhutla

Ali Sadikin juga mendorong perusahaan perkebunan sawit di Bengkulu untuk bergabung menjadi anggota GAPKI agar koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah dapat berjalan lebih baik dan efektif, khususnya dalam penyelesaian berbagai isu ketenagakerjaan dan pengembangan industri sawit berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris GAPKI Cabang Bengkulu Hasan Slamet dalam sambutannya menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah penting untuk membangun pemahaman bersama terkait penggunaan Perjanjian Kerja Harian sesuai regulasi dan prinsip kerja layak. Menurutnya, keberhasilan implementasi panduan membutuhkan kolaborasi aktif seluruh pemangku kepentingan, baik perusahaan, pekerja, pemerintah, maupun organisasi pendukung.

BACA JUGA: Rayakan 45 Tahun, GAPKI Tegaskan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah Kawal Industri Sawit Nasional

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai pihak. Direktur Bina Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Yuli Adiratna, memaparkan materi mengenai penggunaan Perjanjian Kerja Harian berdasarkan regulasi nasional. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan guna memastikan perlindungan hak pekerja sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan produktif.

Selain itu, materi mengenai Padu Perkasa disampaikan oleh Earthworm Foundation, disertai diskusi perspektif serikat pekerja dan perusahaan terkait tantangan implementasi PKH di lapangan. Kegiatan juga diisi dengan sesi identifikasi masalah, diskusi kelompok, penyusunan rencana tindak lanjut, hingga penandatanganan komitmen bersama.

BACA JUGA: PTPN IV PalmCo Siap Uji Coba Serangga Penyerbuk Tanzania untuk Dongkrak Produktivitas Sawit

Panduan Padu Perkasa sendiri merupakan hasil kolaborasi antara GAPKI, Jejaring Serikat Pekerja Buruh Sawit Indonesia (JAPBUSI), Earthworm Foundation, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai panduan praktis dalam memperbaiki kondisi kerja pekerja harian di sektor sawit.

Melalui workshop ini diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja dalam mendorong praktik ketenagakerjaan yang lebih baik dan berkelanjutan di industri kelapa sawit Indonesia. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP