Kenaikan harga minyak kedelai di pasar global serta menguatnya harga minyak mentah mendorong perdagangan CPO kembali bergerak positif setelah sempat melemah dalam tiga sesi sebelumnya. Foto: Agricom.id
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Senin (12/5/2026). Penguatan ini sekaligus menghentikan tren penurunan yang terjadi selama tiga hari perdagangan berturut-turut.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juli 2026 tercatat naik RM11 per ton atau sekitar 0,24 persen menjadi RM4.516 per ton pada penutupan perdagangan.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Masih Konsolidasi, Pasar Tunggu Data MPOB Pekan Depan
Sentimen positif di pasar dipicu oleh kenaikan harga minyak kedelai dan penguatan harga minyak mentah dunia yang turut menopang prospek permintaan minyak nabati.
Di pasar domestik, harga CPO pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) juga mengalami kenaikan. Pada perdagangan Senin (11/5/2026), harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.325 per kilogram.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (11/5) Menguat ke Rp15.325/Kg, Bursa Malaysia Rebound Usai Tiga Hari Melemah
Harga tersebut naik Rp103/kg atau sekitar 0,68 persen dibandingkan penawaran tertinggi pada Jumat (8/5/2026) yang berada di level Rp15.222/kg.
Secara global, pergerakan harga minyak sawit masih sangat dipengaruhi dinamika harga minyak nabati pesaing, khususnya minyak kedelai. Kedua komoditas tersebut bersaing ketat dalam pasar minyak nabati internasional sehingga perubahan harga salah satunya kerap memengaruhi arah perdagangan CPO.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Awal Mei 2026 Menguat, Tertinggi Rp3.683,89 Per Kg
Pada perdagangan yang sama, kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik sekitar 0,55 persen. Sementara kontrak minyak sawit di bursa tersebut turun tipis 0,11 persen.
Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) tercatat menguat sekitar 0,71 persen, memperkuat sentimen bullish di pasar minyak nabati global.
BACA JUGA: Dialog Bersama 118 BEM, Mentan Amran Paparkan Transformasi Besar Pertanian Nasional
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan permintaan ekspor, pergerakan harga energi, serta kondisi pasokan minyak nabati dunia yang dinilai masih menjadi faktor utama penentu arah harga CPO dalam jangka pendek. (A3)