Harga CPO KPBN Jumat (22/5) WD Lagi, Bursa Malaysia Rebound

Harga CPO KPBN Jumat (22/5) WD Lagi, Bursa Malaysia Rebound
Agricom.id

23 May 2026 , 00:11 WIB

Dok. Agricom/ Harga penawaran CPO KPBN pada Jumat (22/5/2026) naik tipis dibanding sehari sebelumnya, sementara pasar CPO Malaysia kembali menguat didorong aksi bargain buying.

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di KPBN Inacom kembali mengalami withdraw (WD) pada perdagangan Jumat (22/5/2026). Meski demikian, harga penawaran tertinggi tercatat naik dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id, harga penawaran tertinggi CPO mencapai Rp12.377/kg atau naik Rp92/kg, setara sekitar 0,75%, dibandingkan Kamis (21/5/2026) yang berada di level Rp12.285/kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (21/5) Anjlok Lagi Ke Rp12.285/kg, Bursa Malaysia Masih Melemah Akibat Lesunya Ekspor

Untuk penawaran Franco Kuala Tanjung dan Dumai, harga dibuka di level Rp15.040/kg, namun berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp12.377/kg. Sementara harga FOB Talang Duku dibuka Rp14.840/kg dan withdraw dengan penawaran tertinggi Rp12.177/kg.

Di lokasi lainnya, Franco Teluk Bayur dibuka Rp14.910/kg dan mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp11.870/kg. Loco Ngabang dibuka Rp14.690/kg dan withdraw pada level penawaran tertinggi Rp11.894/kg. Sedangkan Loco Parindu juga dibuka Rp14.690/kg dan withdraw dengan penawaran tertinggi Rp12.804/kg.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah Dua Hari Beruntun

Untuk produk turunan, harga CPKO FOB Palembang dibuka Rp29.565/kg dan withdraw dengan penawaran tertinggi Rp29.100/kg dari AMJP. Sementara harga PK Franco Belawan dibuka Rp14.391/kg dan withdraw dengan penawaran tertinggi Rp13.975/kg dari MM.

Di sisi global, perdagangan CPO di Bursa Malaysia Derivatives justru menunjukkan penguatan pada perdagangan Jumat siang. Kenaikan terjadi setelah aksi bargain buying menyusul tekanan tajam pasar awal pekan ini menyusul pengumuman sistem baru pengawasan ekspor sawit Indonesia.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Resmikan Aturan Baru Tata Kelola Ekspor SDA, Sawit hingga Batu Bara Wajib Lewat BUMN

Dilansir dari Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus 2026 naik RM40 per ton atau sekitar 0,9% menjadi RM4.498 per ton pada sesi jeda siang perdagangan.

Penguatan tersebut membuka peluang bagi pasar CPO mencatat kenaikan mingguan pertama setelah mengalami pelemahan selama tiga pekan berturut-turut. Hingga Jumat siang, harga CPO tercatat menguat sekitar 1,76% secara mingguan.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Menguat Tipis di Akhir Pekan, Bertahan Dekati Rp40 Ribu

Sementara itu, pergerakan minyak nabati pesaing bergerak variatif. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian China turun sekitar 0,85%, sedangkan kontrak minyak sawit Dalian melemah 1,65%.

Di pasar Amerika Serikat, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru menguat sekitar 0,35%, mencerminkan pergerakan campuran di pasar minyak nabati global. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP