Harga CPO KPBN Senin (22/6) Kembali Withdraw, Bursa Malaysia Sentuh Level Tertinggi dalam Enam Pekan

Harga CPO KPBN Senin (22/6) Kembali Withdraw, Bursa Malaysia Sentuh Level Tertinggi dalam Enam Pekan
Agricom.id

23 June 2026 , 13:24 WIB

Dok. Agricom/ Harga CPO KPBN kembali berakhir withdraw pada perdagangan Senin (22/6/2026) meski penawaran tertinggi naik menjadi Rp15.415 per kilogram. Sementara itu, harga CPO di Bursa Malaysia melanjutkan penguatan didukung kenaikan minyak nabati pesaing dan peningkatan ekspor Malaysia.

AGRICOM, JAKARTA – Tender minyak sawit mentah (CPO) PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali berakhir withdraw (WD) pada perdagangan Senin (22/6/2026), meski harga penawaran tertinggi mengalami kenaikan dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga penawaran tertinggi CPO mencapai Rp15.415 per kilogram atau naik Rp57 per kilogram, setara kenaikan sekitar 0,37 persen dibandingkan perdagangan Jumat (19/6/2026) yang tercatat sebesar Rp15.358 per kilogram.

BACA JUGA: Tender CPO KPBN Kembali Withdraw, Harga Naik Tipis Saat Bursa Malaysia Menguat

Untuk CPO Franco Dumai, harga pembukaan ditetapkan sebesar Rp15.600 per kilogram, namun tender berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.415 per kilogram. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp15.400 per kilogram dan berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.145 per kilogram.

Di lokasi lainnya, harga CPO FOB Teluk Bayur dibuka Rp15.470 per kilogram, namun tender juga berakhir withdraw dengan harga penawaran tertinggi Rp15.265 per kilogram.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat, Didorong Naiknya Minyak Nabati Pesaing

Meski pasar domestik masih diwarnai aksi withdraw, pasar CPO internasional menunjukkan tren yang lebih positif. Perdagangan kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives melanjutkan penguatan untuk hari kedua berturut-turut.

Kontrak CPO acuan pengiriman September 2026 naik RM8 per ton atau sekitar 0,17 persen menjadi RM4.654 per ton pada jeda perdagangan siang. Bahkan pada awal sesi, kontrak tersebut sempat menyentuh RM4.692 per ton, level tertinggi sejak awal Mei 2026.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Capai Rp3.723/Kg pada Paruh Kedua Juni 2026

Penguatan harga di Bursa Malaysia didorong oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing di pasar global serta pelemahan nilai tukar ringgit terhadap dolar Amerika Serikat yang meningkatkan daya saing ekspor Malaysia.

Di pasar minyak nabati lainnya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) menguat sekitar 0,72 persen. Sementara itu, kontrak minyak sawit di Dalian Commodity Exchange naik 0,53 persen dan kontrak minyak kedelai aktif di bursa yang sama meningkat tipis 0,01 persen.

BACA JUGA: Harga TBS Plasma Riau Menguat ke Rp3.785/Kg pada Periode 17–23 Juni 2026

Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa pasar minyak nabati global masih memberikan dukungan terhadap harga minyak sawit, mengingat komoditas-komoditas tersebut saling bersaing dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia.

Sentimen positif tambahan datang dari sisi ekspor Malaysia. Data dari Intertek Testing Services (ITS) menunjukkan ekspor produk minyak sawit Malaysia selama periode 1–20 Juni 2026 mencapai 907.067 ton, meningkat 19,1 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

BACA JUGA: Awal Pekan Melemah, Harga Karet SGX-SICOM Masih Kokoh di Atas Rp40 Ribu per Kg

Kenaikan ekspor tersebut memberikan indikasi bahwa permintaan global terhadap minyak sawit masih cukup kuat dan menjadi salah satu faktor yang menopang penguatan harga di pasar internasional.

Dengan kondisi tersebut, pasar CPO domestik masih menunggu keseimbangan baru antara ekspektasi penjual dan pembeli, sementara penguatan harga di Bursa Malaysia berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan harga CPO nasional dalam beberapa hari ke depan. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP