Harga CPO Bursa Malaysia Turun, Pasar Tunggu Laporan MPOB


AGRICOM, JAKARTA – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives masih bergerak dalam kisaran terbatas pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Pergerakan pasar dibayangi prospek peningkatan produksi minyak sawit di Malaysia, sementara kinerja ekspor belum menunjukkan pemulihan yang cukup kuat untuk mendorong kenaikan harga.

Berdasarkan laporan Reuters, kontrak CPO acuan untuk pengiriman September 2026 turun RM10 per ton atau sekitar 0,22 persen menjadi RM4.547 per ton (setara US$1.113,91) pada jeda perdagangan siang.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Rebound Ditopang Minyak Kedelai, KPBN Ikut Menguat

Pelaku pasar juga mengambil posisi hati-hati menjelang rilis laporan bulanan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dijadwalkan pada 10 Juli 2026. Data mengenai produksi, stok, konsumsi, dan ekspor tersebut diperkirakan akan menjadi acuan utama dalam menentukan arah pergerakan harga CPO dalam jangka pendek.

Di pasar domestik, harga minyak sawit mentah yang dipasarkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) justru menunjukkan penguatan. Pada perdagangan Kamis (2/7/2026), harga CPO ditetapkan sebesar Rp15.545 per kilogram, meningkat Rp128 per kilogram atau sekitar 0,83 persen dibandingkan harga penawaran tertinggi sehari sebelumnya yang berada di level Rp15.417 per kilogram.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw, Bursa Malaysia Berbalik Menguat pada Perdagangan Rabu (1/7)

Sementara itu, pergerakan pasar minyak nabati global berlangsung bervariasi. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange menguat 0,48 persen, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,32 persen. Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai turut menguat sekitar 0,21 persen, mencerminkan sentimen yang masih beragam di pasar minyak nabati internasional. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP