Wamentan: B50 Bukti Eksekusi Cepat Presiden Wujudkan Swasembada Energi


AGRICOM, JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan implementasi program biodiesel B50 menjadi bukti nyata percepatan eksekusi kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada energi. Bersama keberhasilan meningkatkan ketahanan pangan, program tersebut dinilai mencerminkan pendekatan Best Fast Result (BFR) yang mengedepankan hasil terbaik melalui pelaksanaan yang cepat dan terukur.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat membuka Leaders Briefing di Auditorium PLN, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Forum tersebut diikuti para pemimpin dari berbagai sektor untuk menyelaraskan pemahaman mengenai arah kebijakan strategis pemerintah.

Menurut Sudaryono, Presiden Prabowo memiliki visi besar membangun Indonesia yang mandiri dengan mengoptimalkan potensi sumber daya alam, sektor pertanian, dan energi nasional.

BACA JUGA: B50 Resmi Diluncurkan, Pemerintah Perkuat Kedaulatan Energi Berbasis Biodiesel Sawit

“Presiden ingin setiap program menghasilkan Best Fast Result. Program besar harus dikerjakan cepat dan memberikan dampak nyata. Swasembada pangan maupun swasembada energi harus diwujudkan, bukan sekadar menjadi potensi,” ujarnya, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Jumat (17/7).

Ia menilai keberhasilan implementasi B50 menunjukkan Indonesia mampu memanfaatkan kekuatan sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui kebijakan tersebut, kebutuhan biodiesel dipenuhi dari kombinasi minyak bumi domestik dan minyak sawit hasil produksi petani Indonesia sehingga mengurangi ketergantungan pada impor solar.

“Dengan B50, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar. Lima puluh persen berasal dari minyak bumi dalam negeri dan lima puluh persen dari minyak sawit yang dihasilkan petani Indonesia. Ini membuktikan negara agraris seperti Indonesia mampu mencapai swasembada energi dengan memanfaatkan sumber dayanya sendiri,” kata Sudaryono.

BACA JUGA: Hari Susu Nusantara 2026: Wamentan Sudaryono Dorong Revolusi Susu Nasional, Produksi dan Konsumsi Jadi Kunci Sukses MBG

Ia menambahkan, langkah menuju swasembada energi merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan. Pengalaman selama pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting bahwa setiap negara akan memprioritaskan kebutuhan domestiknya sehingga Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Sudaryono menjelaskan konsep Best Fast Result menjadi pendekatan utama Presiden Prabowo dalam menjalankan berbagai program strategis nasional. Pemerintah, kata dia, tidak ingin potensi besar bangsa hanya menjadi wacana, melainkan diwujudkan melalui kebijakan yang cepat, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kalau program besar dikerjakan terlalu lama, manfaatnya juga terlambat dirasakan. Karena itu Presiden selalu mendorong agar setiap kebijakan dieksekusi cepat dengan hasil terbaik,” ujarnya.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (16/7) Naik ke Rp15.650/kg

Pada kesempatan yang sama, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo mengatakan penguatan ketahanan energi menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi global.

Menurut Hashim, sejalan dengan visi Asta Cita, pemerintah menargetkan percepatan swasembada energi, pengembangan hilirisasi industri, penguatan konektivitas, serta transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menyebut Indonesia tengah bertransformasi dari sistem energi berbasis impor menuju pemanfaatan sumber daya domestik. Langkah tersebut diyakini akan memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton

Melalui Leaders Briefing, Sudaryono berharap sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung percepatan swasembada pangan, swasembada energi, dan pembangunan ekonomi nasional sesuai visi Presiden Prabowo Subianto. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP