Mentan Amran Percepat Swasembada Gula, Targetkan 3 Juta Ton pada 2029

Mentan Amran Percepat Swasembada Gula, Targetkan 3 Juta Ton pada 2029
Agricom.id

27 July 2026 , 14:02 WIB

Dok. Kementan/Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Selasa (22/7).

AGRICOM, SURABAYA – Pemerintah terus mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula putih nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada gula konsumsi dalam dua tahun, sekaligus meningkatkan produksi gula nasional hingga 3 juta ton pada 2029 melalui serangkaian program revitalisasi sektor pergulaan.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memimpin Rapat Percepatan Swasembada Gula bersama jajaran manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) di Surabaya, Selasa (22/7).

BACA JUGA: Presiden Prabowo Percepat Target Swasembada Gula Jadi Dua Tahun, Mentan Amran Siap Tancap Gas

Amran menekankan bahwa percepatan swasembada gula menjadi prioritas pemerintah. Salah satu langkah utama adalah meremajakan tanaman tebu yang telah melewati masa produktif, khususnya tanaman ratoon berusia 7 hingga 15 tahun.

“Arahan Presiden sangat jelas, swasembada gula putih harus tercapai paling lambat dua tahun. Karena itu, tanaman ratoon yang sudah tidak produktif akan dibongkar dan diremajakan. Anggarannya sudah kami siapkan,” ujar Mentan Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan Minggu (26/7).

Menurutnya, program peremajaan tersebut akan meningkatkan produktivitas tebu nasional sekaligus meringankan beban petani karena seluruh biaya peremajaan ditanggung pemerintah.

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara dan Ashok Leyland Jajaki Kerja Sama Logistik Perkebunan dan Kendaraan Listrik

Selain itu, Kementan telah mengalokasikan sekitar Rp9 triliun untuk mendukung pengembangan perkebunan tebu melalui penyediaan bibit unggul gratis, pengolahan lahan, serta berbagai program peningkatan produktivitas. Pemerintah juga berencana menambah bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor bagi petani plasma, guna mempercepat modernisasi budidaya.

Dalam upaya mencapai target produksi, pemerintah bersama SGN menyiapkan sejumlah program strategis, antara lain peremajaan sekitar 298 ribu hektare kebun tebu, pembangunan sistem irigasi pompa, modernisasi mekanisasi pertanian, penyediaan pupuk, revitalisasi pabrik gula melalui elektrifikasi, penataan varietas dan pola tanam, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan rendemen gula.

Di sisi hilir, pemerintah juga akan memperkuat tata kelola industri gula melalui penguatan kemitraan antara petani dan pabrik gula, implementasi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) Gula, serta optimalisasi pemanfaatan tetes tebu sebagai bahan baku bioetanol guna mendukung transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 22–28 Juli 2026 Naik, Capai Rp3.930,55/Kg

Amran menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk memperluas areal perkebunan tebu di berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Jawa, Sulawesi, hingga Maluku. Potensi tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor gula.

Ia juga memberikan apresiasi atas transformasi yang dilakukan PT Sinergi Gula Nusantara. Menurutnya, perusahaan yang sebelumnya membukukan kerugian sekitar Rp600 miliar kini diproyeksikan berbalik mencatat laba dengan nilai yang sama pada tahun ini.

"Transformasi ini menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Tahun depan kami berharap kinerjanya meningkat lagi dengan target keuntungan minimal Rp750 miliar," katanya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode III Juli 2026 Menguat, Tembus Rp3.959,66/Kg

Menutup arahannya, Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi kepentingan petani tebu. Ia memastikan setiap penyimpangan dalam pelaksanaan program pemerintah akan ditindak secara tegas agar seluruh manfaat program benar-benar dirasakan oleh petani.

Melalui percepatan peremajaan kebun tebu, modernisasi budidaya, revitalisasi industri gula, penguatan kemitraan, serta ekspansi areal tanam, pemerintah optimistis target swasembada gula putih dalam dua tahun dapat tercapai sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu Indonesia. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP