Harga CPO Bursa Malaysia Tembus RM4.977


AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kembali menunjukkan penguatan di pasar global. Kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives bahkan menyentuh level tertinggi dalam sekitar 20 bulan, didorong meningkatnya permintaan bahan bakar nabati dan kekhawatiran terhadap potensi pengetatan pasokan.

Pada perdagangan Kamis (20/8/2026), harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia sempat melonjak 1,7% menjadi RM4.977 per ton, berdasarkan laporan Bloomberg. Level tersebut merupakan posisi intrahari tertinggi sejak Desember 2024.

Penguatan harga CPO terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan permintaan minyak sawit untuk sektor energi. Penerapan program mandatori biodiesel B50 di Indonesia menjadi salah satu faktor penting yang berpotensi meningkatkan konsumsi CPO domestik.

Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia kini mengalokasikan lebih banyak CPO untuk kebutuhan bahan bakar nabati. Peningkatan penyerapan domestik tersebut berpotensi mengurangi volume CPO yang tersedia untuk pasar ekspor.

 BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Menguat, Kontrak Februari 2027 Tembus RM5.071 per Ton

Risiko Pasokan Mulai Jadi Perhatian

Selain faktor permintaan, pasar juga mencermati potensi gangguan produksi akibat kondisi cuaca. Penguatan fenomena El Niño meningkatkan kekhawatiran terhadap dampaknya terhadap produktivitas perkebunan kelapa sawit di sejumlah wilayah produsen.

Kombinasi antara meningkatnya kebutuhan biodiesel dan risiko terhadap produksi membuat pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan semakin ketatnya neraca pasokan dan permintaan minyak sawit global.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik ke Rp15.925/Kg, Bursa Malaysia Tembus Level Tertinggi 20 Bulan

Sentimen positif juga terlihat di pasar CPO domestik. Harga CPO melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan sebesar Rp15.925/kg pada Kamis (20/8/2026).

Harga tersebut meningkat Rp170/kg atau sekitar 1,08% dibandingkan harga penawaran tertinggi pada perdagangan Rabu (19/8/2026) yang berada di level Rp15.755/kg.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Kamis (20/8) Naik Lagi, Tembus Rp40 Ribu per Kg

Kenaikan harga KPBN dan penguatan kontrak CPO di Bursa Malaysia menunjukkan bahwa sentimen pasar sawit saat ini mendapat dukungan dari kombinasi faktor fundamental, terutama prospek peningkatan konsumsi biodiesel dan kekhawatiran terhadap pasokan.

Jika tren tersebut berlanjut, meningkatnya penyerapan CPO untuk kebutuhan energi domestik Indonesia berpotensi menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi dinamika harga minyak sawit global dalam beberapa bulan mendatang. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP