Beasiswa BPDP 2026: INSTIPER dan AKPY Siapkan 1.010 SDM Perkebunan

Beasiswa BPDP 2026: INSTIPER dan AKPY Siapkan 1.010 SDM Perkebunan
Agricom.id

22 August 2026 , 12:55 WIB

Dok. Instiper / Melalui Program Beasiswa SDM Perkebunan BPDP 2026, INSTIPER Yogyakarta akan mendidik 150 mahasiswa program sarjana, sementara AKPY menyediakan program beasiswa bagi 860 mahasiswa diploma.

AGRICOM, YOGYAKARTA — Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), yayasan pendidikan yang menaungi Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta dan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), menandatangani perjanjian kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk melaksanakan Program Beasiswa SDM Perkebunan 2026.

Dalam keterangan resmi yang diterima Agricom, Jumat (21/8). Perjanjian tersebut ditandatangani pada Kamis, 20 Agustus 2026, di Ballroom BPDP dan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

BACA JUGA: INSTIPER Yogyakarta Berangkatkan 671 Mahasiswa Magang ke 18 Provinsi, Perkuat Link and Match dengan Industri

Dalam program beasiswa 2026, INSTIPER Yogyakarta dipercaya menyediakan beasiswa bagi 150 mahasiswa program sarjana yang tersebar di empat program studi, yakni Agroteknologi, Agribisnis, Teknik Pertanian, dan Teknologi Pertanian.

Sementara itu, AKPY akan menyediakan beasiswa bagi 740 mahasiswa Program Diploma 1 dan 120 mahasiswa Program Diploma 2, sehingga total penerima beasiswa di AKPY mencapai 860 mahasiswa.

Ketua YPKPY Dr. Purwadi menyambut baik kepercayaan yang kembali diberikan BPDP kepada INSTIPER dan AKPY untuk mengembangkan SDM berkualitas bagi sektor perkebunan Indonesia.

“Kami sangat bersyukur INSTIPER Yogyakarta dan AKPY terus dipercaya untuk menyelenggarakan Program Beasiswa SDM Perkebunan. Kami berkomitmen untuk menjadi salah satu lembaga pendidikan perkebunan terbaik di Indonesia, khususnya di sektor kelapa sawit,” kata Purwadi.

Menurutnya, kepercayaan tersebut akan diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan berkualitas untuk menghasilkan tenaga profesional perkebunan yang memiliki kompetensi tinggi, siap memasuki dunia kerja, dan mampu berkontribusi terhadap kemajuan industri perkebunan Indonesia.

 BACA JUGA: INSTIPER Luluskan Angkatan Perdana Penerima Beasiswa BPDP, Mayoritas Langsung Terserap Kerja

Perkuat Pendidikan Berbasis Kelapa Sawit

Dalam penandatanganan kerja sama tersebut, INSTIPER Yogyakarta diwakili oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama Fariha Wilisiani, Ph.D., bersama tim pengelola beasiswa.

Fariha mengatakan INSTIPER merupakan salah satu dari 42 perguruan tinggi yang ditetapkan sebagai lembaga penyelenggara Program Beasiswa SDM Perkebunan 2026. INSTIPER juga menjadi salah satu perguruan tinggi yang melakukan penandatanganan kerja sama pada tahap awal karena dinilai telah memenuhi berbagai persyaratan dan siap menjalankan program tersebut.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Jumat 21 Agustus 2026 Berakhir WD, Penawaran Tertinggi Rp15.888/Kg

Penilaian tersebut mencakup kesiapan institusi serta kesesuaian kurikulum akademik dengan kompetensi inti yang dibutuhkan industri kelapa sawit.

Menurut Fariha, hal tersebut sejalan dengan komitmen INSTIPER dalam mengembangkan pendidikan berbasis kelapa sawit. Perguruan tinggi tersebut telah menyelenggarakan minat studi khusus perkebunan kelapa sawit melalui Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS) sejak 2005.

Selama menjalani pendidikan di INSTIPER, mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan dan praktikum sebagai kegiatan intrakurikuler. Mereka juga akan mengikuti berbagai kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler untuk mengembangkan soft skills, minat, serta kompetensi lainnya.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Naik pada Akhir Pekan, Tertinggi Rp40.882/Kg

Mahasiswa juga akan menjalani program magang di berbagai perusahaan yang menjadi mitra strategis INSTIPER. Program tersebut dirancang untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata industri sekaligus mempersiapkan lulusan yang adaptif dan siap kerja.

Pada akhir masa studi, mahasiswa juga akan mengikuti sertifikasi kompetensi untuk memastikan kemampuan profesional mereka di bidang perkebunan.

Melalui kerja sama tersebut, INSTIPER Yogyakarta dan AKPY semakin memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan perkebunan yang berfokus pada pengembangan SDM terampil dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Kolaborasi strategis dengan BPDP diharapkan turut mendukung pengembangan dan keberlanjutan sektor perkebunan Indonesia melalui penciptaan generasi baru tenaga profesional yang kompeten dan siap memenuhi kebutuhan industri. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP