Presiden Prabowo Jadikan Swasembada Pangan Agenda Strategis Tiga Tahun ke Depan


AGRICOM, MALANG, JAWA TIMUR — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan optimisme pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional secara menyeluruh dalam tiga tahun ke depan. Penegasan tersebut disampaikan saat Presiden menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Presiden menekankan bahwa kedaulatan pangan merupakan pilar utama kemandirian bangsa. Pemerintah tidak hanya membidik peningkatan produksi, tetapi juga memastikan ekosistem pertanian berjalan adil dan berpihak kepada petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–Sicom Senin (9/2) Naik Tipis, Tertinggi Rp31.492 per kilogram

Dalam kerangka itu, Presiden menyoroti langkah strategis pemerintah dalam pembenahan tata kelola pupuk nasional. Pengambilalihan kendali distribusi pupuk dilakukan untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, serta keterjangkauan harga bagi petani di seluruh Indonesia.

“Pemerintah sudah membuktikan, begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani secara adil, dengan jumlah yang cukup, dan dengan harga yang kita turunkan,” ujar Presiden, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Selasa (10/2).

Kebijakan tersebut turut menopang kinerja produksi pangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29% dibandingkan 2024. Angka ini sejalan dengan proyeksi FAO dan USDA yang menempatkan produksi beras Indonesia di kisaran 34,6 juta ton, sekaligus tertinggi di kawasan ASEAN.

BACA JUGA: Lelang CPO KPBN Inacom Senin (9/2) Berakhir WD, Dengan Penawaran Tertinggi Rp 14.500 per kg

Peningkatan produksi berdampak langsung pada penguatan cadangan pangan nasional. Presiden Prabowo menyampaikan bahwa stok beras nasional kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, pertama kali dalam sejarah republik, cadangan beras kita di gudang-gudang berada pada tingkat tertinggi,” katanya.

Sepanjang 2025, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,25 juta ton dan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juni 2025—tertinggi sepanjang sejarah. Memasuki awal 2026, stok beras yang dikuasai pemerintah dan masyarakat mencapai 12,53 juta ton, meningkat 49,2% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin kuatnya fondasi ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA: Antisipasi Cuaca Ekstrem 2026, Kementan Percepat Penguatan Irigasi dan Tata Kelola Air

Presiden juga menegaskan Indonesia telah memasuki fase penting menuju swasembada pangan menyeluruh. Keberhasilan swasembada beras menjadi pijakan untuk kemandirian komoditas strategis lainnya.

“Sejak 31 Desember 2025 Indonesia sudah swasembada beras. Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung, dan Insya Allah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya,” ujar Presiden.

Kinerja produksi jagung nasional pun menunjukkan tren positif. Berdasarkan angka tetap Kerangka Sampel Area (KSA) BPS), produksi jagung pipilan kering kadar air 14% sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton, naik 6,74% dibandingkan 2024. BPS juga memproyeksikan potensi produksi jagung periode Januari–Maret 2026 sebesar 4,94 juta ton, meningkat 4,18% secara tahunan.

Selain produksi, Presiden menegaskan tujuan utama pembangunan sektor pangan adalah menjaga keterjangkauan harga bagi seluruh rakyat. Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kita bertekad menurunkan harga pangan untuk seluruh rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Sejalan dengan arahan Presiden, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk terus memperkuat fondasi produksi pangan nasional. Menurutnya, capaian swasembada yang telah diraih dan target tiga tahun ke depan merupakan hasil kerja kolektif berbasis kebijakan pro-petani dan penguatan produksi dari hulu hingga hilir.

“Bapak Presiden Prabowo memberikan arahan yang sangat jelas dan tegas bahwa pangan adalah prioritas nasional. Kami memastikan seluruh kebijakan produksi, distribusi, hingga pendampingan petani berjalan sejalan dengan arahan tersebut, agar swasembada pangan terjaga berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat,” ujar Mentan Amran. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP