Wamentan Sudaryono Gandeng GP Ansor Jateng Perkuat Gerakan Pemuda di Sektor Pertanian

Wamentan Sudaryono Gandeng GP Ansor Jateng Perkuat Gerakan Pemuda di Sektor Pertanian
Agricom.id

17 March 2026 , 12:33 WIB

Kolaborasi Kementerian Pertanian dan GP Ansor Jawa Tengah membuka peluang besar bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam program swasembada pangan melalui Brigade Pangan dan dukungan mekanisasi. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, JAWA TENGAH – Kementerian Pertanian terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian. Kali ini, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menggandeng Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah untuk memperkuat kontribusi pemuda dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kolaborasi ini dinilai strategis untuk memperluas peran organisasi kepemudaan dalam pembangunan pertanian sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi produktif.

BACA JUGA: Mentan Amran Dorong Generasi Muda Terjun ke Pertanian untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Dalam pertemuan bersama jajaran GP Ansor dan Banser se-Jawa Tengah di Semarang, Senin (16/3/2026), Wamentan Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan untuk terlibat langsung dalam berbagai program unggulan Kementerian Pertanian.

“Saya ingin GP Ansor Jawa Tengah ikut aktif menyukseskan program swasembada pangan Presiden. Ada beberapa program yang bisa dimanfaatkan langsung oleh kader-kader Ansor,” ujar Wamentan Sudaryono saat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama GP Ansor Jateng di Semarang (16/03/2026).

Ia mengajak kader GP Ansor untuk ambil bagian dalam program swasembada pangan melalui sejumlah inisiatif konkret yang dapat dimanfaatkan langsung di lapangan.

BACA JUGA: Harga Karet SGX–SICOM Senin (16/3) Turun ke Rp 32.856/Kg

Salah satu program yang ditawarkan adalah Brigade Pangan, yakni skema pengelolaan lahan pertanian sekitar 200 hektare oleh satu kelompok beranggotakan 15 orang. Dalam program ini, kelompok akan mendapatkan dukungan penuh berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan nilai mencapai sekitar Rp3 miliar.

“Brigade Pangan ini lengkap dengan mekanisasinya. Nilainya sekitar Rp3 miliar dan diberikan gratis. Saya mengundang GP Ansor Jawa Tengah untuk membentuk minimal satu atau dua brigade. Silakan siapkan lahannya, nanti kita dukung dengan alsintan,” jelasnya, dikutip Agricom.id dari laman resmi Kementan, Selasa (17/3).

Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi generasi muda di sektor pertanian modern berbasis mekanisasi.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Senin (16/3) Naik ke Rp15.890/Kg, Bursa Malaysia Catat Penguatan Empat Hari Beruntun

Selain Brigade Pangan, pemerintah juga memberikan peluang dukungan mekanisasi di sejumlah sentra produksi pangan di Jawa Tengah, seperti Grobogan, Boyolali, Sragen, dan Demak. Kader GP Ansor dapat mengajukan kebutuhan alat pertanian modern guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas di daerah masing-masing.

Tak hanya sektor tanaman pangan, pemerintah juga tengah memperkuat subsektor perkebunan dan hortikultura melalui program peremajaan komoditas strategis. Program ini didukung anggaran mencapai Rp9,9 triliun dan mencakup komoditas seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, lada, dan pala.

“Silakan dipilih komoditas yang cocok dan punya lahannya. Laporkan melalui pengurus Ansor, nanti bibitnya kita siapkan gratis. Mau seratus hektare, seribu hektare, semuanya bisa kita dukung,” ujar Wamentan.

BACA JUGA: HPE Biji Kakao Periode Maret 2026 Anjlok 30,44 Persen Akibat Permintaan Melemah

Pemerintah bahkan membuka peluang luas bagi kelompok pemuda yang memiliki lahan untuk mendapatkan bantuan bibit secara gratis sesuai dengan komoditas yang dikembangkan.

Wamentan berharap GP Ansor dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan program-program pertanian dapat tersampaikan dengan baik hingga ke tingkat akar rumput. Peran organisasi kepemudaan dinilai penting untuk menjaga efektivitas implementasi kebijakan di lapangan.

“Saya berharap GP Ansor bisa menjadi mata, telinga, dan penyambung lidah pemerintah pusat, khususnya dalam menyampaikan program-program pertanian kepada masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA: Ramadan Tanpa Sekat: Mentan Amran Bagikan Bantuan Pangan untuk 500 Warga Rentan di Makassar

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Shidqon Prabowo, menyambut positif sinergi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung program pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi kader.

Menurutnya, GP Ansor Jawa Tengah selama ini telah menjalankan berbagai program ekonomi produktif, termasuk pengembangan sektor pertanian hortikultura seperti budidaya alpukat di Boyolali. Selain itu, organisasi juga aktif dalam kegiatan sosial, mitigasi bencana, dan pelayanan masyarakat.

Shidqon menegaskan bahwa komitmen GP Ansor sebagai pelayan masyarakat akan terus diwujudkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Pertanian.

“Ansor memiliki komitmen sebagai khadimul ummah atau pelayan masyarakat. Karena itu, kami siap berkolaborasi dengan pemerintah, termasuk dengan Kementerian Pertanian, untuk mendukung program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Shidqon.

Melalui sinergi ini, peran pemuda di sektor pertanian diharapkan semakin kuat dan mampu menjadi motor penggerak dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP