AGRICOM, JAKARTA – Harga karet alam di bursa SGX-Sicom pada akhir perdagangan minggu ini, Jumat (27/3/2026) tercatat mengalami penguatan tipis. Harga karet di tutup sebesar US Cent 197,8 per kilogram atau setara Rp33.266/kg dengan kurs Rp16.818 per dolar AS.
Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar Rp164/kg dibandingkan perdagangan Kamis (26/3/2026) yang tercatat sebesar Rp33.102/kg. Meski kenaikannya tidak signifikan, tren ini memberikan sinyal positif bagi pasar karet global yang sebelumnya bergerak fluktuatif.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Kamis (26/3) Rebound, Naik Menjadi Rp33.102/Kg
Menurut Rudi Arpian Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel, kenaikan ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai keluar dari tekanan koreksi dan perlahan menuju fase pemulihan.
“Pergerakan di akhir pekan menunjukkan respons positif pasar, meski secara keseluruhan masih berada dalam fase konsolidasi. Namun demikian, arah pergerakan mulai menunjukkan kecenderungan yang lebih stabil dan menguat,” kata Rudi dikutip Agricom.id, Sabtu (28/3).
BACA JUGA: Sultra Genjot Ekspor Non-Tambang, Pertanian dan Perikanan Jadi Andalan Baru
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: 33.266,-/Kg
- KKK 70%: Rp23.286,-/Kg
- KKK 60%: Rp19.960,-/Kg
- KKK 50%: Rp16.633,-/Kg
- KKK 40%: Rp13.306,-/Kg
- KKK 30%: Rp9.980,-/Kg
Sebagai informasi, SGX SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)