Kementan Dorong Petani Operasikan Drone di Kapuas, Percepat Tanam dan Produktivitas Padi

Kementan Dorong Petani Operasikan Drone di Kapuas, Percepat Tanam dan Produktivitas Padi
Agricom.id

30 March 2026 , 07:19 WIB

Pemanfaatan drone pertanian di lokasi Cetak Sawah Rakyat Kapuas menjadi langkah percepatan tanam sekaligus penguatan SDM pertanian berbasis teknologi. Foto: Kementan

 

AGRICOM, KAPUAS – Upaya modernisasi pertanian terus dipercepat pemerintah melalui pemanfaatan teknologi mekanisasi. Di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Kapuas, Kalimantan Tengah, Kementerian Pertanian (Kementan) mulai melibatkan petani dalam pengoperasian drone pertanian guna mendukung percepatan tanam dan peningkatan produktivitas padi.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar transformasi pertanian menuju sistem yang lebih efisien dan berbasis teknologi. Selain mempercepat proses budidaya, penggunaan drone juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya dalam penguasaan teknologi modern.

BACA JUGA: Sultra Genjot Ekspor Non-Tambang, Pertanian dan Perikanan Jadi Andalan Baru

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa program CSR memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia optimistis lahan yang telah dicetak dapat dioptimalkan hingga mampu menghasilkan dua sampai tiga kali panen dalam setahun.

“Potensi alam yang subur serta ketersediaan air yang melimpah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” ujarnya, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Senin (30/3).

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa program CSR merupakan langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya percepatan tanam di lahan yang telah dicetak.

BACA JUGA: Panen Raya Maret 2026, Kementan Pastikan Stok Beras Nasional Aman dan Harga Tetap Stabil

“Sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan terus didorong. Tantangan ke depan adalah mempertahankan Indonesia sebagai lumbung pangan nasional, bahkan menuju lumbung pangan dunia,” jelasnya.

Senada, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya optimalisasi lahan CSR melalui modernisasi pertanian, pelibatan generasi muda melalui Brigade Pangan, serta penguatan sumber daya manusia.

Sebagai implementasi di lapangan, SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru menggelar pembekalan teknis pengoperasian drone pertanian pada Selasa (17/3/2026).

BACA JUGA: Teknologi AWD Hemat Air 20%, Strategi Kementan Jaga Produksi Padi Saat Kemarau

Kegiatan ini ditujukan bagi personel Brigade Pangan di Desa Bina Mekar, Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, guna mendukung percepatan tanam di lokasi CSR.

Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Angga Tri A.P., menyatakan kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian.

“Ini merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian untuk memodernisasi pengelolaan lahan,” ujarnya.

BACA JUGA: Indonesia Siap Perjuangkan dan Dorong Reformasi WTO dan Perdagangan Adil di KTM ke-14 Kamerun

Ia menambahkan, melalui pembekalan ini, para personel Brigade Pangan diharapkan mampu memanfaatkan teknologi drone secara efektif dalam kegiatan pertanian.

Materi pelatihan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, mulai dari navigasi udara, pemetaan lahan skala luas, hingga pemeliharaan perangkat drone pertanian.

Dengan pemanfaatan teknologi drone pertanian, Kementerian Pertanian terus memperkuat transformasi menuju pertanian modern yang lebih efisien, presisi, dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan produktivitas lahan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP