Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Rp15.607/Kg, Bursa Malaysia Melemah


Harga CPO KPBN Inacom kembali mengalami withdraw pada Jumat (7/8/2026), sementara kontrak CPO di Bursa Malaysia melemah di tengah kekhawatiran meningkatnya stok sawit Malaysia dan melambatnya permintaan ekspor.

AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mengalami withdraw (WD) pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Penawaran tertinggi tercatat Rp15.607 per kg, turun Rp43 atau sekitar 0,27% dibandingkan penawaran tertinggi sehari sebelumnya sebesar Rp15.650 per kg.

Berdasarkan informasi KPBN yang diterima Agricom, harga CPO Franco Dumai dibuka pada Rp15.650 per kg sebelum akhirnya mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.607 per kg.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (6/8) Turun Menjadi Rp15.650/kg, Bursa Malaysia Tertekan

Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp15.400 per kg dan mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.357 per kg.

Beberapa wilayah lainnya juga mencatat perdagangan dengan status withdraw. Harga CPO Franco Teluk Bayur dibuka Rp15.450 per kg dengan penawaran tertinggi Rp15.366 per kg, sedangkan FOB Boom Baru Palembang dibuka Rp15.425 per kg dengan penawaran tertinggi Rp15.382 per kg.

Di Kalimantan Barat, harga CPO Loco PKS G. Meliau & Rimba Belian dibuka Rp15.300 per kg dengan penawaran tertinggi Rp15.057 per kg. Sementara FOB IPP Pagun/Parba dibuka Rp15.300 per kg dengan penawaran tertinggi Rp15.207 per kg.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Melemah pada 6 Agustus 2026, Tertekan Pelemahan Minyak Mentah dan Kedelai

CPO Bursa Malaysia Melemah

Di pasar global, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup melemah pada perdagangan Jumat (7/8/2026), tertekan kekhawatiran meningkatnya persediaan sawit Malaysia dan perlambatan permintaan ekspor.

Mengutip Reuters, kontrak CPO acuan untuk pengiriman Oktober 2026 turun RM8 per ton atau sekitar 0,17% menjadi RM4.678 per ton.

Meski melemah dalam perdagangan harian, kontrak tersebut masih mencatat kenaikan mingguan sebesar 0,75%. Penguatan mingguan tersebut menjadi yang keempat dalam lima pekan terakhir.

BACA JUGA: 9th Borneo Forum 2026: GAPKI Dorong Inovasi dan Produktivitas Perkuat Industri Sawit Indonesia

Survei Reuters memperkirakan persediaan minyak sawit Malaysia pada Juli 2026 meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan. Kenaikan stok diperkirakan terjadi karena pertumbuhan produksi lebih cepat dibandingkan laju permintaan.

Pelaku pasar kini menunggu data resmi pasokan dan permintaan minyak sawit Malaysia untuk Juli dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dijadwalkan dirilis pada 10 Agustus 2026.

BACA JUGA: Ketidakpastian Regulasi Bisa Hambat Investasi Sawit

Tender KPBN Inacom

Berikut hasil tender KPBN Inacom pada Jumat (7/8/2026), dalam rupiah per kilogram, tidak termasuk PPN:

CPO

  • CIF Tanjung Priok: No Bidder
  • Franco Dumai: Rp15.650 (WD), penawaran tertinggi Rp15.607 – SOC
  • FOB Talang Duku: Rp15.400 (WD), penawaran tertinggi Rp15.357 – EUP
  • Franco Teluk Bayur: Rp15.450 (WD), penawaran tertinggi Rp15.366 – WIRA
  • FOB Boom Baru, Palembang: Rp15.425 (WD), penawaran tertinggi Rp15.382 – PSCOI
  • Loco PKS G. Meliau & Rimba Belian: Rp15.300 (WD), penawaran tertinggi Rp15.057 – EUP
  • FOB IPP Pagun/Parba, Kalbar: Rp15.300 (WD), penawaran tertinggi Rp15.207 – EUP

BACA JUGA: Kebijakan DHE SDA 50% Perlu Pertimbangkan Likuiditas dan Daya Saing Industri Sawit

CPKO

  • Franco Dumai: Rp30.185 (WD), penawaran tertinggi Rp28.220 – SDS
  • FOB Lampung: Rp30.111 (WD), penawaran tertinggi Rp27.300 – AMJP
  • FOB Palembang: Rp29.941 (WD), penawaran tertinggi Rp27.100 – AMJP

(A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP