Ekspor Tempe Tembus Chile, Indonesia Bidik Pasar Amerika Latin

Ekspor Tempe Tembus Chile, Indonesia Bidik Pasar Amerika Latin
Agricom.id

06 April 2026 , 06:51 WIB

Kerja sama Rp2,1 miliar membuka jalan bagi tempe lokal menembus pasar Chile dan memperluas ekspansi ke kawasan Amerika Latin. Foto: Istimewa

 

AGRICOM, JAKARTA – Produsen tempe Indonesia memperluas pasar ekspor ke Amerika Latin melalui kerja sama strategis dengan mitra dari Chile. Nilai kerja sama ini mencapai USD 125.000 atau sekitar Rp2,1 miliar, yang diformalkan melalui penandatanganan perjanjian antara PT Azaki Food International dan OM SpA.

Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur PT Azaki Food International, Cucup Ruhiyat, bersama Direktur OM SpA, Bojan Urbancic, di kantor Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago pada 1 April. Penandatanganan ini turut disaksikan oleh perwakilan pemerintah Indonesia, termasuk Duta Besar RI untuk Chile dan pejabat Kementerian Perdagangan.

BACA JUGA: Ekspor Minyak Sawit (CPO) dan Turunannya Melonjak 26,40 Persen, Capai US$4,69 Miliar

“Kerja sama ekspor tempe ke Chile ini menjadi contoh konkret pemanfaatan optimal Indonesia–Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) dalam mendorong pertumbuhan ekspor sekaligus memperkuat promosi perdagangan Indonesia. Kementerian Perdagangan akan terus memberikan dukungan agar semakin banyak pelaku usaha nasional mampu menembus dan berkembang di pasar global,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, dari Jakarta, menanggapi penandatanganan kerja sama tersebut.

Kerja sama distribusi tempe ke Chile ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi Indonesia pada pameran Espacio Food & Service pada 30 September–2 Oktober 2025. ITPC Santiago memfasilitasi penjajakan bisnis kedua pelaku usaha hingga terjadi penandatanganan kerja sama. Selain membuka akses tempe Indonesia ke pasar Chile, kerja sama ini akan berdampak lebih luas dengan turut membuka peluang distribusi ke kawasan Amerika Latin.

Kepala ITPC Santiago Indah Fajarwati Bachter menyampaikan, penetrasi tempe melalui distributor di Chile akan melalui sejumlah tahapan. Pada tahap awal, kerja sama akan difokuskan pada pasar Chile sebagai titik masuk (entry point) dengan strategi penguatan distribusi, peningkatan visibilitas produk, dan pengembangan jaringan mitra bisnis.

BACA JUGA: Ketua Komisi IV DPR RI: Ketahanan Pangan Butuh Kebijakan Terintegrasi dan Sinergi Kuat

“Selanjutnya untuk jangka menengah, kerja sama ini berpotensi untuk diperluas ke negara-negara Amerika Latin lainnya. Kami harap, kerja sama ini membuka pintu yang dapat memperkenalkan tempe sebagai produk pangan berbasis nabati unggulan di pasar Amerika Latin,” ujar Indah, dikutip Agricom.id dari laman Kemendag, Senin (6/4).

Cakupan kerja sama pengembangan distribusi yang akan dilakukan OM SpA sebagai mitra untuk produk tempe Azaki di Chile meliputi pengelolaan merek, pelaksanaan kegiatan promosi dan aktivasi pasar, pemenuhan aspek regulasi impor dan pangan, serta pengembangan jaringan distribusi dan kemitraan bisnis di tingkat lokal.

PT Azaki Food Internasional merupakan perusahaan manufaktur dan eksportir produk tempe asal Indonesia yang telah beroperasi sejak 2019. Produk-produk yang diproduksi PT Azaki Food Internasional, antara lain, tempe segar, tempe beku, keripik tempe, hingga produk siap saji. PT Azaki Food Internasional telah melengkapi produknya dengan sertifikasi keamanan pangan dan kapasitas produksi yang mendukung untuk ekspansi ke pasar internasional. Perusahaan ini telah memiliki pengalaman ekspor seperti ke Australia, Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat.

BACA JUGA: Agrinas Palma Nusantara Bersama KPBN Perkuat Transparansi Harga CPO Lewat Skema E-Bidding Terbuka

Sementara itu, OM SpA, atau OM Fermentos, merupakan perusahaan Chile yang bergerak di bidang pangan fermentasi fungsional, seperti tempe dan miso. OM SpA mengusung pendekatan berbasis kesehatan dan keberlanjutan. Perusahaan ini juga aktif dalam edukasi fermentasi dan pengembangan produk berbasis tradisi fermentasi global, termasuk tempe sebagai warisan kuliner Indonesia yang diadaptasi untuk pasar Chile.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid menanggapi positif kerja sama pengembangan distribusi yang terjalin antara produsen tempe Indonesia dan distributor Chile ini. Menurutnya, kerja sama ini berpeluang besar diikuti berbagai produk lainnya untuk menembus pasar Chile dan kawasan Amerika Latin. “Kami mengajak pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki peluang ekspor ke Chile dengan cara menghubungi ITPC Santiago,” ungkap Miftah.

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Chile Vedi Kurnia Buana menyampaikan, kerja sama ini merupakan wujud nyata penguatan diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Amerika Latin. “Kerja sama ini menunjukkan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong ekspor produk Indonesia ke pasar non-tradisional. Chile memiliki posisi strategis sebagai hub untuk menjangkau pasar Amerika Latin sehingga inisiatif seperti ini perlu terus didorong dan diperluas,” ujar Dubes RI Vedi.

BACA JUGA: Irigasi Jadi Prioritas, Pemerintah Kucurkan Rp12 Triliun untuk Pasokan Air Petani

Direktur PT Azaki Food Internasional Cucup Ruhiyat mengapresiasi dukungan pemerintah hingga dapat terlaksananya kerja sama antara PT Azaki Food Internasional dan OM SpA. “Dukungan ITPC Santiago sangat membantu kami, mulai dari proses pitching, keikutsertaan dalam pameran internasional, hingga fasilitasi business matching dengan mitra di Chile. Melalui kerja sama ini, kami optimistis tempe Indonesia dapat semakin dikenal dan diterima di pasar Amerika Latin,” kata Cucup.

Dari sisi mitra, Direktur OM SpA Bojan Urbancic menyampaikan komitmennya dalam mengembangkan pasar produk fermentasi di Chile melalui kerja sama ini. “Kemitraan ini memungkinkan kami menghadirkan tempe sebagai produk pangan sehat dengan nilai gizi tinggi kepada konsumen di Chile, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat pangan fermentasi,” jelas Bojan.

Berdasarkan agregasi data Banco Central de Chile dan Chile Customs, Chile mengimpor produk dengan nilai lebih dari USD 8 miliar per tahun. Terdapat peningkatan permintaan terhadap produk pangan sehat, termasuk makanan berbasis nabati (plant-based food) dan produk fermentasi. Tren ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat serta kebutuhan akan alternatif sumber protein sehingga membuka peluang bagi tempe Indonesia untuk berkembang di pasar Chile.

Pada 2025, total perdagangan Indonesia dengan Chile tercatat sebesar USD 535,5 juta dengan ekspor Indonesia ke Chile sebesar USD 441,5 juta dan impor Indonesia dari Chile sebesar USD 94 juta. Indonesia surplus perdagangan terhadap Chile sebesar USD 347,5 juta. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP