Kemendag Perkuat Ekosistem Ekspor di Sulawesi, Papua, dan Maluku


Kemendag mendorong pengembangan potensi komoditas dan produk bernilai tambah di kawasan timur Indonesia melalui penguatan akses pasar, sertifikasi, promosi, dan konektivitas ekspor.

AGRICOM, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi ekspor di Sulawesi, Papua, dan Maluku sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber pertumbuhan ekspor baru dari kawasan timur Indonesia.

Dilansir Agricom dari Kemendag. Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam Forum Koordinasi Program Pengembangan Ekspor Berbasis Kewilayahan Wilayah Sulawesi, Papua, dan Maluku yang digelar secara daring pada Kamis (30/7). Forum ini diarahkan untuk membangun ekosistem ekspor yang lebih adaptif terhadap potensi daerah sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak eksportir baru.

BACA JUGA: Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerja Sama Investasi Hortikultura dan Transfer Teknologi untuk Dorong Ekspor

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan strategi pengembangan ekspor perlu disesuaikan dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan setiap wilayah.

“Sulawesi, Papua, dan Maluku memiliki potensi ekspor dan peluang untuk mengembangkan berbagai produk bernilai tambah yang semakin diminati pasar dunia,” ujar Puntodewi.

Menurut dia, pendekatan berbasis kewilayahan akan membantu memastikan program pemerintah lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha di daerah.

BACA JUGA: Harga Referensi Biji Kakao Agustus Melonjak 36,66%, HPE Tembus USD 5.064/MT

Kemendag, lanjut Puntodewi, akan memperkuat dukungan melalui penyediaan informasi pasar, peningkatan kapasitas pelaku usaha, promosi dagang, penjajakan bisnis atau business matching, serta pendampingan ekspor.

Masukan dari pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam forum tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan program pengembangan ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional.

 BACA JUGA: Ketidakpastian Regulasi Bisa Hambat Investasi Sawit

Tantangan Ekspor di Kawasan Timur

Forum tersebut mempertemukan kepala dinas yang membidangi perdagangan dari berbagai provinsi di Sulawesi, Papua, dan Maluku dengan pelaku usaha yang telah maupun berpotensi melakukan ekspor.

Sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, antara lain peningkatan kualitas produk, pemenuhan standar negara tujuan, sertifikasi, legalitas usaha, promosi, akses terhadap pembeli internasional, serta keterbatasan infrastruktur logistik.

BACA JUGA: Grinding Kakao Indonesia Naik 30,1%, Perkuat Posisi sebagai Pusat Pengolahan Asia

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Papua Barat Daya, Winarsih, mengatakan produk UMKM Papua terus mengalami peningkatan dari sisi kualitas dan kemasan. Namun, sebagian pelaku usaha masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi persyaratan ekspor.

“Kami terus mendorong produk UMKM Papua untuk menembus pasar ekspor. Dari sisi kualitas dan kemasan, produknya sudah semakin baik. Namun, masih terdapat tantangan dalam pemenuhan sertifikasi seperti Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) serta keterbatasan fasilitas pendukung,” kata Winarsih.

Ia berharap Kemendag dapat membantu melalui kurasi produk dan business matching agar pelaku usaha yang selama ini mengekspor melalui pihak ketiga dapat mulai melakukan ekspor secara mandiri.

BACA JUGA: 9th Borneo Forum 2026: GAPKI Dorong Inovasi dan Produktivitas Perkuat Industri Sawit Indonesia

Papua Barat Daya juga memiliki potensi besar di sektor perikanan. Namun, pengembangan ekspor komoditas tersebut masih menghadapi kendala infrastruktur, khususnya fasilitas logistik dan rantai dingin, termasuk ketersediaan pabrik es.

Dari sektor kehutanan, perwakilan PT Semarak Dharma Timber, Ridwan, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap ekspor kayu olahan secara langsung dari Pelabuhan Jayapura. Menurut dia, pengembangan ekspor langsung dari pelabuhan-pelabuhan strategis di daerah perlu terus diperkuat melalui koordinasi pemerintah pusat dan daerah.

 BACA JUGA: Kebijakan DHE SDA 50% Perlu Pertimbangkan Likuiditas dan Daya Saing Industri Sawit

Sulawesi Tengah Dorong Ekspor Langsung

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo, mengatakan kinerja ekspor provinsi tersebut terus berkembang, baik dari sektor pertambangan maupun nonpertambangan.

Pemerintah daerah telah mengembangkan klinik ekspor dan memperluas akses pasar melalui kerja sama dengan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri serta Export Center Makassar.

BACA JUGA: Kemendag Perkuat Daya Saing UMKM Kopi untuk Rebut Peluang Ekspor ke Jepang

“Ekspor Sulawesi Tengah terus berkembang. Selain komoditas pertambangan, ekspor nonpertambangan seperti durian, kelapa, dan produk turunannya menunjukkan peningkatan yang signifikan,” ujar Richard.

Ia berharap dukungan Kemendag terus diperkuat sehingga semakin banyak komoditas Sulawesi Tengah dapat diekspor secara langsung ke pasar seperti China, Filipina, Korea Selatan, dan Jepang.

Pengembangan ekspor berbasis kewilayahan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekspor nasional, tetapi juga memperluas basis eksportir dan mendorong peningkatan nilai tambah komoditas daerah, terutama dari kawasan timur Indonesia. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP