Mentan Amran Pastikan Stok Beras Aman, Gudang Bulog Sulsel Tembus 761 Ribu Ton

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Aman, Gudang Bulog Sulsel Tembus 761 Ribu Ton
Agricom.id

06 April 2026 , 13:41 WIB

Lonjakan stok beras di Sulawesi Selatan memperkuat peran strategis sebagai penyangga distribusi pangan nasional. Foto: Kementan

 

AGRICOM, MAKASSAR — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, melakukan peninjauan langsung ke gudang Perum Bulog di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (5/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi stok dan distribusi beras nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya produksi dalam negeri.

Dalam peninjauan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pengecekan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kondisi riil di lapangan. Ia tidak ingin ada perbedaan antara laporan dan kondisi sebenarnya di gudang penyimpanan.

“Jadi ini kita cek benaran mulai depan, samping, belakang. Jangan sampai di depan penuh, di belakang kosong,” katanya, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Senin (6/4).

BACA JUGA: Ekspor Tempe Tembus Chile, Indonesia Bidik Pasar Amerika Latin

Berdasarkan data yang dihimpun, stok beras Bulog di Sulawesi Selatan saat ini mencapai sekitar 761 ribu ton. Angka ini melonjak tajam dibandingkan kondisi normal yang selama ini berada di kisaran 300 ribu ton. Kenaikan signifikan tersebut mencerminkan peningkatan produksi sekaligus penguatan cadangan beras pemerintah.

“Dulu gudang Bulog di Sulawesi Selatan maksimal terisi 300 ribu ton. Hari ini 700 ribu ton,” ucapnya.

Menurut Amran, posisi Sulawesi Selatan sangat strategis sebagai pusat distribusi beras ke kawasan Indonesia timur. Dengan stok yang melimpah, wilayah ini menjadi penopang utama pasokan untuk daerah dengan produksi terbatas seperti Maluku, Kalimantan, hingga Papua.

BACA JUGA: Kementan Percepat Hilirisasi Pertanian, Dorong Biofuel dan Bioetanol untuk Kemandirian Energi

Secara nasional, ia menyebutkan bahwa stok beras Indonesia kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, yakni sekitar 4,5 juta ton. Angka tersebut jauh melampaui kondisi normal pada periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya.

“Seluruh Indonesia sekarang kurang lebih 4,5 juta ton. Ini tertinggi selama republik berdiri,” tegasnya.

Namun, tingginya stok juga menghadirkan tantangan baru dalam hal kapasitas penyimpanan. Dengan kapasitas gudang Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton, pemerintah terpaksa menambah ruang melalui skema sewa gudang yang kini telah mencapai 2 juta ton, dan berpotensi terus bertambah.

BACA JUGA: Harga Referensi Biji Kakao Periode April 2026 Anjlok 21 Persen Akibat Lonjakan Pasokan

Mentan Amran bahkan memproyeksikan bahwa dalam 10 hingga 20 hari ke depan, stok beras nasional bisa menembus 5 juta ton. Ia menegaskan bahwa kondisi ini menjadi bukti kuat bahwa ketahanan pangan nasional berada dalam situasi aman.

Pemerintah pun membuka ruang bagi publik untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi stok di lapangan sebagai bentuk transparansi. Dengan stok yang melimpah serta distribusi yang terus dijaga, kebutuhan beras nasional diyakini dapat terpenuhi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Jadi tidak usah diragukan, pangan aman,” tegasnya. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP