Harga CPO Global Tertekan, Tender KPBN Kembali Berujung Withdraw

Harga CPO Global Tertekan, Tender KPBN Kembali Berujung Withdraw
Agricom.id

11 April 2026 , 15:28 WIB

Penurunan harga CPO di Bursa Malaysia turut menekan pasar domestik, dengan tender KPBN kembali mengalami withdraw di tengah lemahnya permintaan global. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar domestik masih berada dalam tekanan, tercermin dari hasil tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) yang kembali mengalami withdraw (WD) pada Jumat (10/4/2026).

Harga penawaran tertinggi CPO tercatat sebesar Rp15.589/kg, turun Rp189/kg atau sekitar 1,2% dibandingkan posisi Kamis (9/4/2026) yang mencapai Rp16.778/kg. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat beli di tengah tekanan harga global.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (9/4) WD Lagi, Bursa Malaysia Berbalik Menguat Tipis

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka pada level Rp15.730/kg, namun tidak mencapai kesepakatan dan berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.589/kg. Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp15.530/kg dan juga mengalami withdraw, dengan penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.392/kg.

Di pasar global, tekanan terhadap harga CPO semakin terlihat pada perdagangan di Bursa Malaysia Derivatives Exchange yang mencatat penurunan tajam pada akhir pekan. Kondisi ini sekaligus menghentikan tren penguatan yang telah berlangsung selama lima pekan berturut-turut.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Anjlok di Akhir Pekan, Tekanan Pasokan dan Lesunya Permintaan Hantam Pasar

Mengacu laporan Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni 2026 ditutup turun sebesar RM108 per ton atau terkoreksi 2,33% menjadi RM4.535 per ton, setara sekitar US$1.144,05 per ton.

Koreksi tersebut juga memperdalam penurunan mingguan menjadi 6,28%, yang menjadi pelemahan terbesar dalam hampir 16 bulan terakhir. Tekanan harga dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap potensi lonjakan produksi selama periode puncak panen April hingga Juni yang diperkirakan akan melampaui permintaan global.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO April 2026 Naik ke USD 989,63/MT, Ini Dampaknya ke Bea Keluar

Selain itu, konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah turut menambah tekanan dengan meningkatkan biaya logistik dan menekan konsumsi. Situasi ini memperkuat kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek permintaan global yang masih lemah di tengah ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, pergerakan minyak nabati lainnya menunjukkan tren yang bervariasi. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian tercatat menguat sebesar 0,4%, sementara kontrak minyak sawitnya naik tipis 0,11%. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru mengalami penurunan sebesar 0,87%.

BACA JUGA: Akhir Pekan Stabil, Harga Karet SGX-SICOM Jumat (10/4) Naik Tipis ke Rp34.963/Kg

Secara keseluruhan, tekanan dari pasar global masih membayangi industri sawit, dengan pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati sambil mencermati perkembangan produksi, permintaan, serta dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi arah harga dalam jangka pendek. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP