Percepatan B50 dan E20 Dikebut, Kementan dan BUMN Genjot Kemandirian Energi Nasional

Percepatan B50 dan E20 Dikebut, Kementan dan BUMN Genjot Kemandirian Energi Nasional
Agricom.id

19 April 2026 , 17:54 WIB

Kolaborasi Kementan, BUMN, dan Danantara dipercepat untuk merealisasikan mandatori B50 dan E20 sebagai langkah strategis menuju swasembada energi dan penguatan ekonomi nasional. Foto: Kementan

 

AGRICOM, PADANG – Pemerintah terus mempercepat pengembangan bioenergi nasional sebagai bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Danantara kini fokus mendorong implementasi biodiesel dan etanol secara masif.

Langkah ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dengan jajaran PTPN dan Danantara di Padang, Sumatera Barat, Selasa (14/4/2026).

Mentan Amran menegaskan bahwa percepatan program bioenergi merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mewujudkan target tersebut.

BACA JUGA: Harga CPO Tertekan: KPBN dan Bursa Malaysia Melemah di Tengah Lesunya Permintaan

“Ini arahan Bapak Presiden. Kami bersama BUMN, Danantara, kami kolaborasi untuk mewujudkan gagasan besar Bapak Presiden,” kata Mentan Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Minggu (19/4).

Salah satu agenda utama yang tengah dikebut adalah implementasi biodiesel B50 yang ditargetkan mulai berjalan tahun ini. Program ini dinilai mampu memberikan dampak besar, tidak hanya dalam menekan impor energi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

“Arahan Bapak Presiden, yaitu biofuel. B50 jalan kita stop impor solar 5 juta ton. Nah ini capaian yang luar biasa. Karena akan membuka lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.

BACA JUGA: GAPKI Perkuat Sinergi Industri Sawit Lewat Andalas Forum VI

Selain biodiesel, pemerintah juga mendorong percepatan pengembangan etanol sebagai bagian dari bauran energi nasional melalui mandatori E20.

“Yang paling terakhir adalah etanol. Kita menuju mandatori E20. Kita butuh 8 juta ton etanol. Artinya apa? Suatu saat kita mandiri karena Brazil sekarang sudah bisa E70, E100,” jelasnya.

Mentan Amran menegaskan jika seluruh ekosistem bioenergi ini berjalan optimal, maka dampaknya akan signifikan terhadap perekonomian nasional.

“Kalau ini semuanya mandiri, insya Allah, menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, kemudian pengangguran kita turunkan, kesejahteraan meningkat, Indonesia emas kita rebut,” ujarnya.

BACA JUGA: Sinergi Agrinas Palma Nusantara dan KPBN Dorong Efisiensi Pasar Sawit

Dalam kesempatan yang sama, Managing Director Business 2 Danantara, Setyanto Hantoro, menyampaikan kesiapan pihaknya dalam mendukung implementasi program bioenergi, khususnya biodiesel dan etanol.

“Sudah B50 sudah oke, sekarang etanol. Yang sekarang B40 sudah terpenuhi,” kata Setyanto.

Ia menambahkan, implementasi B40 saat ini bahkan telah menekan ketergantungan terhadap impor energi. “Dan dengan B40 sekarang sebetulnya kita sudah nggak impor solar. Nanti kalau B50 kita bahkan ekspor solar. Jadi yang sekarang B40 sudah terpenuhi,” lanjutnya.

BACA JUGA: Andalas Forum VI: ISPO Didorong Jadi Standar Global, Indonesia Siap Pimpin Arah Keberlanjutan Sawit

Untuk mendukung mandatori E20, pembangunan fasilitas produksi etanol terus dipercepat.

“Yang berikutnya adalah untuk yang gasolin, untuk bensin ya, itu nanti menuju E20. Tadi dengan Pak Mentan sudah sepakat kita akan groundbreaking beberapa, yang sudah ada sekarang baru satu pabrik, yang kedua sudah di groundbreaking di Jawa Timur, kemudian menyusul empat lagi, jadi totalnya enam. Itu untuk memenuhi E20 nantinya,” jelasnya.

Selain itu, hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti gambir di Sumatera Barat juga didorong dengan melibatkan BUMN sebagai motor penggerak.

“PTPN menjadi motor penggerak. Jadi kita libatkan BUMN, kolaborasi antara BUMN dan swasta, juga masyarakat. Yang jelas kesimpulan kita tadi, kita akan groundbreaking. Ya, doakan secepatnya makin cepat makin bagus,” lanjut Mentan Amran.

Mentan Amran juga menyampaikan bahwa capaian sektor pangan menjadi fondasi kuat dalam menopang agenda besar bioenergi nasional. Capaian tersebut juga diikuti peningkatan signifikan pada kesejahteraan petani dan pertumbuhan sektor pertanian.

“Sekarang ini kita sudah tunaikan satu, pangan, sudah jadi kenyataan. Target 4 tahun swasembada, alhamdulillah 1 tahun jadi kenyataan. Hari ini stok beras kita 4,7 juta ton. Itu tertinggi sepanjang sejarah,” pungkasnya.  (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP