Kenaikan tipis harga CPO KPBN sejalan dengan penguatan pasar global, didorong oleh naiknya harga minyak mentah. Foto: Agricom.id
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) yang ditetapkan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Jumat (24/4/2026), seiring dengan penguatan pasar global.
Harga CPO KPBN tercatat sebesar Rp15.500/kg, naik Rp12/kg atau sekitar 0,08% dibandingkan posisi Kamis (23/4/2026) yang berada di level Rp15.488/kg. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif yang mulai terbentuk di pasar minyak sawit.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Kamis (23/4) Menguat Tipis, Bursa Malaysia Melemah Tertekan Profit Taking
Berdasarkan informasi yang dihimpun Agricom.id dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan di level Rp15.500/kg. Sementara itu, harga CPO Loco Parindu dibuka pada Rp15.150/kg, namun mengalami withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp14.931/kg.
Di pasar global, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives juga ditutup menguat pada hari yang sama, sekaligus mencatat kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir. Penguatan ini didorong oleh kenaikan harga minyak mentah dunia serta pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Berbalik Naik, Catat Kenaikan Mingguan Pertama dalam Tiga Pekan
Dilansir dari Reuters, kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juli 2026 naik sebesar RM16 per ton atau sekitar 0,35% menjadi setara US$1.159,77 per ton pada penutupan perdagangan. Secara mingguan, harga tersebut mencatat kenaikan sebesar 3,28%.
Dari sisi prospek, Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memperkirakan harga CPO masih berpeluang bertahan di atas level RM4.500 per ton dalam waktu dekat. Faktor pendorongnya antara lain membaiknya ekonomi biodiesel, tingginya harga energi global, serta potensi gangguan pasokan akibat fenomena El Niño.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 22 –28 April 2026 Turun Tipis Menjadi Rp 3.906,61/kg
Sementara itu, pergerakan minyak nabati lainnya menunjukkan tren yang beragam. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai paling aktif tercatat turun 1,04%, sedangkan kontrak minyak sawit melemah 0,37%. Di sisi lain, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru menguat tipis sebesar 0,53%.
Secara keseluruhan, penguatan terbatas pada harga CPO mencerminkan keseimbangan antara sentimen positif dari faktor eksternal dan tekanan dari volatilitas pasar komoditas global. (A3)