Harga CPO Malaysia Naik Tipis, Tertahan Tekanan Minyak Nabati Pesaing

Harga CPO Malaysia Naik Tipis, Tertahan Tekanan Minyak Nabati Pesaing
Agricom.id

29 April 2026 , 11:28 WIB

Harga CPO di Bursa Malaysia bergerak tipis menguat pada Selasa, namun harga CPO domestik di KPBN turun lebih dari 2 persen di tengah tekanan pasar regional. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives bergerak cenderung datar pada perdagangan Selasa (28/4/2026), di tengah tarik-menarik sentimen pasar antara pelemahan harga minyak sawit di Bursa Dalian dan penguatan harga minyak mentah dunia.

Dilansir dari Reuters, kontrak acuan CPO pengiriman Juli 2026 ditutup naik tipis RM3 per ton atau sekitar 0,07 persen ke level RM4.537 per ton metrik. Kenaikan terbatas ini terjadi setelah kontrak yang sama sempat terkoreksi 1,37 persen pada perdagangan sebelumnya.

BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Terkoreksi, Ekspor Lesu Tekan Sentimen Pasar

Pelaku pasar menilai tekanan dari pasar minyak nabati Asia masih cukup kuat, terutama setelah harga minyak sawit di Dalian melemah sepanjang sesi perdagangan. Kondisi tersebut membatasi potensi penguatan harga CPO Malaysia meski mendapat dukungan dari naiknya harga energi global.

Di pasar domestik, harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat mengalami withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi Rp15.122/kg pada Selasa (28/4/2026).

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (27/4) Turun ke Rp15.459/kg

Dengan demikian, harga CPO KPBN turun Rp337/kg atau sekitar 2,18 persen dibandingkan posisi Senin (27/4/2026) yang berada di level Rp15.459/kg.

Penurunan harga di pasar domestik menunjukkan bahwa tekanan eksternal masih memengaruhi sentimen perdagangan nasional, terutama dari fluktuasi harga referensi global dan persaingan antarminyak nabati.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Selasa (28/4) Naik Lagi ke Rp36.459/Kg, Tren Penguatan Berlanjut di Akhir April

Sementara itu, pergerakan minyak nabati pesaing menunjukkan arah yang beragam. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 0,14 persen, sedangkan kontrak minyak sawitnya justru turun 0,59 persen. Di pasar Amerika Serikat, harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade menguat 0,17 persen.

Secara fundamental, pasar minyak sawit global masih sangat sensitif terhadap pergerakan harga minyak nabati pesaing, terutama minyak kedelai. Kedua komoditas tersebut terus bersaing ketat dalam memenuhi kebutuhan industri pangan, energi, dan oleokimia di pasar internasional.

BACA JUGA: INSTIPER dan BGA LuncurkanTraktor Otonom Pemupuk Sawit, Efisiensi Biaya Capai 60 Persen

Analis menilai selama belum ada katalis kuat dari sisi permintaan ekspor maupun gangguan pasokan utama, harga CPO berpotensi bergerak terbatas dalam jangka pendek. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada data ekspor April serta perkembangan produksi di negara produsen utama Asia Tenggara. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP