Harga CPO di KPBN turun 2,18 persen menjadi Rp15.122/kg, sementara kontrak acuan CPO Malaysia ditutup menguat tipis di tengah sentimen pasar yang beragam. Foto: Agricom
AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat mengalami withdraw (WD) pada perdagangan Selasa (28/4/2026), seiring melemahnya sentimen pasar domestik dan global.
Harga penawaran tertinggi CPO KPBN tercatat sebesar Rp15.122/kg, turun Rp337/kg atau sekitar 2,18 persen dibandingkan perdagangan Senin (27/4/2026) yang berada di level Rp15.459/kg.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka Rp15.325/kg, namun berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.122/kg.
Sementara itu, harga CPO FOB Talang Duku dibuka Rp15.125/kg dan juga mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp14.900/kg.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Naik Tipis, Tertahan Tekanan Minyak Nabati Pesaing
Untuk transaksi lainnya, Loco Parindu dibuka Rp14.975/kg dan withdraw dengan penawaran tertinggi Rp14.560/kg. Sedangkan Loco Kembayan dibuka Rp14.875/kg dan withdraw dengan penawaran tertinggi Rp14.542/kg.
Di pasar global, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives cenderung stagnan pada perdagangan yang sama. Pergerakan harga tertahan oleh kombinasi sentimen negatif dari pelemahan pasar Dalian dan dukungan positif dari penguatan harga minyak mentah dunia.
Mengutip Reuters, kontrak acuan CPO pengiriman Juli 2026 ditutup naik tipis RM3 per ton atau sekitar 0,07 persen menjadi RM4.537 per ton metrik. Kenaikan terbatas ini terjadi setelah sehari sebelumnya kontrak yang sama turun 1,37 persen.
BACA JUGA: Kontes Sapi Wonosobo Jadi Ajang Penguatan Pasar, Wamentan Ingatkan Jaga Sapi Betina Produktif
Analis pasar menilai pelemahan harga minyak sawit di Bursa Dalian selama sesi Asia menjadi faktor utama yang membatasi ruang kenaikan harga CPO Malaysia.
Di sisi lain, pasar minyak nabati pesaing bergerak beragam. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,14 persen, sedangkan kontrak minyak sawit turun 0,59 persen. Sementara harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago Board of Trade menguat 0,17 persen.
Secara fundamental, harga minyak sawit global masih sangat dipengaruhi dinamika minyak nabati pesaing, terutama minyak kedelai. Kedua komoditas ini terus bersaing ketat dalam memenuhi kebutuhan industri pangan, biodiesel, dan oleokimia dunia.
BACA JUGA: INSTIPER dan BGA LuncurkanTraktor Otonom Pemupuk Sawit, Efisiensi Biaya Capai 60 Persen
Pelaku pasar kini menantikan perkembangan ekspor April serta data produksi dari negara produsen utama sebagai penentu arah harga CPO dalam jangka pendek. (A3)