Kementerian Pertanian menggandeng Australia untuk memperkuat tata kelola air dan sistem irigasi di lahan rawa Kalimantan Tengah guna meningkatkan produksi padi dan ketahanan pangan nasional. Foto: Kementan
AGRICOM, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) menjalin kolaborasi dengan Australia untuk memperkuat sistem irigasi lahan rawa di Kalimantan Tengah. Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Fokus kolaborasi dilakukan melalui kunjungan tenaga ahli Australia ke kawasan cetak sawah Dadahup dan Anjir, dua wilayah strategis yang tengah dikembangkan pemerintah sebagai sentra produksi pangan berbasis lahan rawa.
BACA JUGA: Kemenperin Gelar Bimtek Pangan di Sleman, Dorong Lahirnya Wirausaha Industri Baru
Penasihat Pertanian Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Andrew O’Sullivan, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari perhatian besar pemerintah Indonesia terhadap pengelolaan air sebagai faktor utama peningkatan produksi pertanian.
“Kami melihat ketertarikan besar dari Menteri Pertanian untuk memperdalam pengelolaan air, khususnya di Kalimantan. Karena itu, kami membawa para ahli untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Andrew, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Kamis (30/4).
Dalam kunjungan tersebut, dua pakar Australia, George Warne dan Emily Davies, melakukan peninjauan lapangan sekaligus berdiskusi dengan para pemangku kepentingan terkait sistem irigasi dan tata kelola air di kawasan rawa.
BACA JUGA: Kemendag Terbitkan Permendag Baru untuk Perkuat Swasembada Pangan dan Kendalikan Impor
Mereka mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan Indonesia dalam pengembangan irigasi lahan rawa. Namun demikian, masih terdapat sejumlah aspek yang dinilai dapat ditingkatkan, terutama dalam hal efisiensi distribusi air dan adaptasi sistem irigasi terhadap karakteristik lahan rawa.
“Banyak yang sudah berjalan baik, tetapi ada beberapa aspek yang bisa diperkuat. Perbaikan ini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementan, Dhani Gartina, menilai kerja sama ini penting untuk memperkaya rekomendasi teknis bagi pengembangan sistem irigasi nasional.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Rabu (29/4) Naik ke Rp15.220/Kg, Bursa Malaysia Bergerak Terbatas
Menurutnya, hasil kunjungan para ahli Australia dapat menjadi masukan strategis, khususnya dalam pengembangan sistem irigasi tersier untuk mendukung peningkatan produksi dan produktivitas padi di lahan rawa.
“Melalui kunjungan ini, kami memperoleh alternatif rekomendasi tata kelola irigasi, khususnya untuk pengembangan sistem irigasi tersier agar produksi dan produktivitas padi di lahan rawa meningkat,” ujarnya.
Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga pemerintah daerah. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar pengelolaan air dapat berjalan terpadu dari hulu hingga hilir.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Rabu (29/4) Naik Tajam, Tembus Rp37.098 per Kg
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa irigasi merupakan faktor kunci dalam menjaga dan meningkatkan produksi pangan nasional.
Ia menambahkan, langkah pemerintah dalam pembangunan sektor irigasi dan optimalisasi lahan saat ini telah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
Dengan dukungan teknologi dan pengalaman internasional, kerja sama Indonesia-Australia diharapkan mampu mempercepat transformasi lahan rawa menjadi kawasan pertanian produktif dan berkelanjutan. (A3)