Kemenperin Gelar Bimtek Pangan di Sleman, Dorong Lahirnya Wirausaha Industri Baru

Kemenperin Gelar Bimtek Pangan di Sleman, Dorong Lahirnya Wirausaha Industri Baru
Agricom.id

29 April 2026 , 13:50 WIB

Kementerian Perindustrian memperkuat pengembangan wirausaha industri kecil melalui pelatihan sektor pangan di Sleman guna mendorong pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Foto: Humas Kemenperin

 

AGRICOM, YOGYAKARTA  – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat pertumbuhan wirausaha industri baru melalui penguatan sektor industri kecil dan menengah (IKM), khususnya bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Sebagai wujud nyata kebijakan tersebut, Kemenperin menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Pangan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 14–16 April 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha peserta melalui penguatan manajerial, inovasi produk, dan perluasan akses pasar.

BACA JUGA: Kontes Sapi Wonosobo Jadi Ajang Penguatan Pasar, Wamentan Ingatkan Jaga Sapi Betina Produktif

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah terus memperkuat berbagai program pembinaan, fasilitasi, serta pendampingan teknis agar pelaku IKM semakin siap menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Menurutnya, sinergi lintas kementerian dan lembaga juga terus diperkuat guna membangun ekosistem industri yang berkelanjutan, berdaya saing tinggi, serta mampu menciptakan wirausaha baru dari kelompok masyarakat rentan.

“Pemerintah berkomitmen memastikan setiap program penumbuhan wirausaha baru industri berjalan tepat sasaran melalui pemanfaatan data yang akurat dan terintegrasi, sehingga mampu mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri, khususnya bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem,” ujar Agus, dikutip Agricom.id dari laman Kemenperin, Rabu (29/4).

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (28/4) WD, Penawaran tertinggi Rp15.122/kg

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan, kegiatan Bimtek tersebut merupakan tahapan penting dalam menjaga keberlanjutan usaha para wirausaha baru.

Ia berharap peserta tidak hanya mampu memulai usaha, tetapi juga dapat mengembangkan bisnis secara berkelanjutan sehingga memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor IKM mendominasi 99,79 persen dari total sekitar 4,4 juta unit usaha industri di Indonesia. Dari sisi ketenagakerjaan, sektor ini menyerap sekitar 65,52 persen dari total 20,26 juta tenaga kerja industri nasional.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Selasa (28/4) Naik Lagi ke Rp36.459/Kg, Tren Penguatan Berlanjut di Akhir April

Selain itu, kontribusi IKM terhadap output industri mencapai 21,01 persen dan menyumbang sekitar 3,56 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Data tersebut menunjukkan bahwa sektor IKM merupakan tulang punggung industri nasional yang memiliki peran penting dalam penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan,” kata Reni.

Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi menambahkan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti 25 peserta. Mereka mendapatkan pelatihan pembukuan sederhana, pemahaman kekayaan intelektual, pengembangan merek dan kemasan, serta digital marketing, termasuk pembuatan akun e-commerce dan konten promosi.

Peserta juga memperoleh pendampingan dari tenaga ahli dan instruktur berpengalaman di bidang kewirausahaan dan teknis industri kecil. Selain itu, pemerintah memberikan dukungan berupa starter kit, sertifikat, dan bantuan operasional guna menunjang keberlanjutan usaha peserta.

Melalui program ini, Kemenperin berharap pelaku usaha kecil olahan pangan di Sleman dapat tumbuh menjadi wirausaha mandiri, kompetitif, dan mampu berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP