Dok. Istimewa/Harga karet SGX-Sicom pada perdagangan Senin (6/7/2026) rebound setelah fase konsolidasi, dengan harga KKK 100% naik Rp429 per kilogram menjadi Rp37.813/kg. Penguatan ini dinilai menjadi sinyal awal membaiknya sentimen pasar.
AGRICOM, PALEMBANG – Harga karet global di SGX-Sicom mengawali perdagangan pekan kedua Juli 2026 dengan penguatan. Pada perdagangan Senin (6/7/2026), harga karet tercatat sebesar 211,6 sen AS per kilogram, atau setara Rp37.813/kg dengan kurs Rp17.870 per dolar AS.
Harga karet mengalami kenaikan Rp429/kg, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026) yang berada di level Rp37.384/kg. Penguatan tersebut sekaligus mengakhiri fase koreksi tipis yang mewarnai perdagangan pada akhir pekan lalu.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-SICOM Jumat (3/7) Bertahan di Kisaran Rp37 Ribu/Kg
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan kenaikan harga pada awal pekan menunjukkan respons positif pasar setelah beberapa hari bergerak dalam kisaran yang relatif sempit.
"Harga KKK 100% naik Rp429 per kilogram menjadi Rp37.813/kg. Kenaikan ini mengakhiri rangkaian koreksi tipis pada pekan sebelumnya dan menjadi sinyal bahwa minat beli mulai meningkat, sementara tekanan jual mulai mereda," ujar Rudi, dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Senin (6/7).
BACA JUGA: HPE Kakao Juli 2026 Naik 3,83 Persen, Pasokan Afrika Barat Masih Terganggu
Menurutnya, meski harga belum kembali menembus level psikologis Rp40.000/kg, pola pergerakan dari akhir pekan lalu hingga awal pekan ini menunjukkan fase konsolidasi yang diikuti rebound, yang mengindikasikan pasar tengah berupaya membangun momentum pemulihan.
Rudi menilai arah perdagangan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu apakah penguatan tersebut mampu berlanjut menjadi tren kenaikan yang lebih kuat atau hanya menjadi pemantulan harga dalam jangka pendek.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton
"Awal pekan dibuka dengan rebound yang memberikan harapan baru bagi pasar karet. Jika momentum positif ini terus terjaga, peluang pemulihan harga akan semakin terbuka," katanya.
Ia juga mengingatkan para petani untuk tetap menjaga kualitas bahan olah karet rakyat (bokar) agar memperoleh harga terbaik di tingkat pembeli maupun industri.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II Juni 2026 Naik, Tertinggi Rp3.469,60/Kg
"Di tengah mulai pulihnya pasar, menjaga mutu bokar tetap menjadi faktor utama agar petani dapat menikmati harga yang optimal," pungkasnya.
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: Rp37.813/Kg
- KKK 70%: Rp26.469/Kg
- KKK 60%: Rp22.688/Kg
BACA JUGA: Kementan Gandeng Kejagung Kawal Hilirisasi Perkebunan, Perkuat Nilai Tambah dan Daya Saing Ekspor
- KKK 50%: Rp18.907/Kg
- KKK 40%: Rp15.125/Kg
- KKK 30%: Rp11.344/Kg
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)