Kementan Gelar Gerakan Tanam Serentak Kelapa di Pandeglang, Dorong Produktivitas dan Hilirisasi Perkebunan

Kementan Gelar Gerakan Tanam Serentak Kelapa di Pandeglang, Dorong Produktivitas dan Hilirisasi Perkebunan
Agricom.id

06 July 2026 , 00:13 WIB

Dok. Ditjenbun/Kementerian Pertanian melaksanakan penanaman kelapa seluas 10 hektare di Pandeglang, Banten, Kamis (2/7). sebagai bagian dari Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan di 31 lokasi di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung hilirisasi sektor perkebunan.

AGRICOM, PANDEGLANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) terus mendorong peningkatan produktivitas komoditas perkebunan melalui Gerakan Tanam Serentak Komoditas Perkebunan. Salah satu kegiatan dilaksanakan di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Banten, dengan melakukan penanaman kelapa di lahan seluas 10 hektare menggunakan benih unggul bantuan pemerintah.

Program tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional yang digelar secara serentak di 31 lokasi di berbagai daerah sebagai upaya mempercepat pengembangan komoditas perkebunan, mendukung hilirisasi, serta memperkuat ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton

Kegiatan penanaman di Pandeglang dihadiri oleh perwakilan Balai Perakitan dan Modernisasi Perkebunan (BRMP) Banten, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, serta Kelompok Tani Sinar Tani yang menjadi penerima manfaat program.

Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor perkebunan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, peningkatan produktivitas, hilirisasi, dan pemberdayaan petani harus terus menjadi fokus pemerintah.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 3–9 Juli 2026 Naik, Tanaman Usia 10–20 Tahun Tembus Rp3.708,55/Kg

“Indonesia memiliki lahan, sumber daya manusia, dan semangat yang kuat untuk mencapai swasembada. Tanam serentak ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong peningkatan produksi nasional. Saya minta seluruh jajaran, baik pusat maupun daerah, bergerak cepat, kompak, dan memastikan setiap hektar lahan yang telah dialokasikan benar-benar ditanami serta dipantau perkembangannya,” ujar Amran, dikutip Agricom.id dari laman Ditjenbun, Minggu (5/7).

Sejalan dengan hal tersebut Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Ali Jamil menyampaikan bahwa Gerakan Tanam Serentak merupakan momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong hilirisasi komoditas perkebunan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Usia 9 Tahun Capai Rp3.781,37/Kg

“Kegiatan tanam serentak ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung program hilirisasi perkebunan dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan serta kemandirian ekonomi bangsa,” kata Ali Jamil.

Sementara itu, Dr. Nasir Kadis Pertanian Prov Banten menyampaikan bahwa Gerakan Tanam Serentak merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam memperkuat sektor perkebunan dari hulu hingga hilir.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Usia 9 Tahun Tembus Rp3.831,76/Kg

Di sisi lain, Ketua Kelompok Sinar Tani Kelurahan Sukaraja Kecamatan Pulosari Pandeglang mengungkapkan apresiasinya atas dukungan pemerintah melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Melalui Gerakan Tanam Serentak ini, pemerintah berharap pengembangan komoditas perkebunan di berbagai daerah dapat berjalan lebih optimal, meningkatkan produktivitas, memperkuat ketersediaan bahan baku industri, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan petani. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP