Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Usia 9 Tahun Tembus Rp3.831,76/Kg


AGRICOM, PEKANBARU – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit plasma di Provinsi Riau untuk periode 1–7 Juli 2026 kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan hasil rapat Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau yang dituangkan dalam Surat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Nomor 23 Periode 1–7 Juli 2026, harga TBS untuk tanaman menghasilkan berumur 9 tahun naik Rp55,60 per kilogram menjadi Rp3.831,76 per kilogram.

Dalam penetapan harga periode ini, Tim Penetapan juga menetapkan harga crude palm oil (CPO) sebesar Rp15.472,21/kg, harga inti sawit (kernel) sebesar Rp12.812,59/kg, serta nilai cangkang sebesar Rp19,77/kg. Penetapan tersebut menggunakan Indeks K sebesar 92,87 persen, yang menjadi salah satu komponen utama dalam perhitungan harga TBS yang diterima pekebun plasma.

Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS plasma untuk berbagai kelompok umur tanaman ditetapkan sebagai berikut: umur 3 tahun sebesar Rp2.949,68/kg, umur 4 tahun Rp3.347,18/kg, umur 5 tahun Rp3.548,50/kg, umur 6 tahun Rp3.703,60/kg, umur 7 tahun Rp3.782,99/kg, dan umur 8 tahun Rp3.827,74/kg.

Sementara itu, harga TBS untuk tanaman berumur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.831,76/kg, sedangkan tanaman berumur 10 hingga 20 tahun sebesar Rp3.810,90/kg. Untuk tanaman yang lebih tua, harga TBS tercatat Rp3.750,55/kg pada umur 21 tahun, Rp3.692,58/kg pada umur 22 tahun, Rp3.630,79/kg pada umur 23 tahun, Rp3.563,01/kg pada umur 24 tahun, dan Rp3.486,85/kg pada umur 25 tahun.

Adapun harga TBS untuk tanaman berumur 26 tahun ditetapkan Rp3.440,62/kg, umur 27 tahun Rp3.394,14/kg, umur 28 tahun Rp3.348,86/kg, umur 29 tahun Rp3.331,61/kg, dan umur 30 tahun sebesar Rp3.317,41/kg.

Kenaikan harga TBS pada awal Juli ini diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi pekebun sawit plasma di Riau, terutama di tengah dinamika harga minyak sawit di pasar global yang masih dipengaruhi perkembangan produksi, stok, dan permintaan dari negara-negara importir utama. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP