Dok. Istimewa/Harga karet SGX-SICOM pada perdagangan Jumat (3/7/2026) turun tipis Rp38 per kilogram menjadi Rp37.384/kg. Pergerakan yang relatif datar menandakan pasar mulai memasuki fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi pada akhir Juni.
AGRICOM, JAKARTA – Harga karet alam di bursa SGX-SICOM kembali mencatat pelemahan tipis pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Berdasarkan data perdagangan, harga karet mencapai US Cent 208,8 per kilogram, atau setara Rp37.384 per kilogram dengan asumsi kurs Rp17.904 per dolar AS.
Dibandingkan perdagangan Kamis (2/7/2026), harga Karet Kering Kadar (KKK) 100% turun Rp38 per kilogram dari Rp37.422 menjadi Rp37.384 per kilogram. Koreksi yang sangat terbatas ini menunjukkan bahwa pasar masih bergerak dalam rentang yang sempit setelah mengalami tekanan cukup besar pada penghujung Juni.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Kamis (2/7) Turun Tipis ke Rp37.422 per Kg
Sekretaris Jenderal APKARINDO Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan kondisi harga yang relatif stabil menjadi sinyal positif setelah pasar mengalami tekanan cukup tajam pada akhir Juni. Menurutnya, meski kenaikan harga belum terjadi, meredanya volatilitas memberikan ruang bagi petani dan pelaku usaha untuk lebih optimistis terhadap pergerakan pasar dalam beberapa waktu ke depan.
"Pergerakan harga saat ini memang belum menunjukkan tren kenaikan yang kuat, tetapi kondisi yang lebih stabil merupakan perkembangan yang cukup baik dibandingkan beberapa pekan lalu. Pasar sedang mencari keseimbangan sambil menunggu sentimen baru dari permintaan global maupun perkembangan industri," ujar Rudi, dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Jumat (3/7).
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik ke Rp15.545/Kg Pada Kamis (2/7), Pasar Global Masih Menanti Laporan MPOB
Ia menambahkan, petani sebaiknya tetap berfokus pada peningkatan kualitas bahan olah karet (bokar), karena mutu karet masih menjadi faktor utama yang menentukan harga jual di tingkat pabrik maupun eksportir.
"Kami terus mengingatkan petani agar menjaga kadar karet kering (KKK) dan menghindari praktik-praktik yang dapat menurunkan kualitas bokar. Di tengah pasar yang masih berkonsolidasi, kualitas produk menjadi kunci untuk memperoleh harga terbaik," pungkasnya.
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: Rp37.384/kg
- KKK 70%: Rp26.169/kg
- KKK 60%: Rp22.430/kg
BACA JUGA: Kemendag Ajak Pelaku Usaha Jawa Tengah Manfaatkan TEI 2026 untuk Perluas Ekspor
- KKK 50%: Rp18.692/kg
- KKK 40%: Rp14.954/kg
- KKK 30%: Rp11.215/kg
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)