AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar domestik kembali menguat pada perdagangan Kamis (2/7/2026). Berdasarkan hasil tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.545 per kilogram, naik Rp128 per kilogram atau sekitar 0,83% dibandingkan penawaran tertinggi sehari sebelumnya yang berada di level Rp15.417 per kilogram.
Informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN menunjukkan bahwa selain transaksi di Dumai, tender CPO FOB Talang Duku dibuka pada Rp15.345 per kilogram, namun berakhir dengan status withdraw (WD) setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.190 per kilogram. Sementara itu, tender Franco Teluk Bayur dibuka pada Rp15.415 per kilogram, tetapi juga mengalami withdraw, dengan penawaran tertinggi sebesar Rp15.260 per kilogram.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw, Bursa Malaysia Berbalik Menguat pada Perdagangan Rabu (1/7)
Di pasar internasional, pergerakan harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives masih terbatas. Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh prospek meningkatnya produksi minyak sawit Malaysia, sementara pertumbuhan ekspor dinilai belum cukup kuat untuk menopang kenaikan harga.
Mengutip Reuters, kontrak CPO acuan pengiriman September 2026 terkoreksi RM10 per ton atau sekitar 0,22% menjadi RM4.547 per ton (setara sekitar US$1.113,91) pada jeda perdagangan siang.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Turun, Pasar Tunggu Laporan MPOB
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada laporan bulanan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang dijadwalkan terbit pada 10 Juli 2026. Data mengenai produksi, persediaan, konsumsi domestik, dan ekspor diperkirakan akan menjadi acuan utama dalam menentukan arah pergerakan harga minyak sawit dalam jangka pendek.
Sementara itu, pasar minyak nabati global mencatat pergerakan yang beragam. Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian Commodity Exchange menguat 0,48%, sedangkan kontrak minyak sawit di bursa yang sama melemah 0,32%. Di Chicago Board of Trade (CBOT), harga minyak kedelai juga naik sekitar 0,21%, mencerminkan sentimen yang masih bervariasi di pasar minyak nabati dunia. (A3)