Harga CPO Malaysia kembali melemah pada perdagangan Kamis (7/5/2026) seiring tekanan dari turunnya harga minyak kedelai global, penguatan ringgit, dan proyeksi meningkatnya produksi sawit Malaysia menjelang rilis data MPOB pekan depan. Foto: Agricom.id
AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup melemah pada perdagangan Kamis (7/5/2026), memperpanjang tren penurunan untuk sesi kedua berturut-turut. Tekanan pasar dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal, mulai dari pelemahan harga minyak kedelai global, penguatan nilai tukar ringgit, hingga ekspektasi peningkatan produksi sawit Malaysia.
Dilansir Reuters, kontrak acuan CPO pengiriman Juli 2026 di Bursa Malaysia turun RM20 per ton atau sekitar 0,44 persen menjadi RM4.559 per ton pada jeda perdagangan siang.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Anjlok 2,82 Persen, Tertekan Minyak Mentah dan Soyoil
Pelemahan harga CPO juga dipicu menyempitnya selisih harga minyak sawit terhadap gas oil yang mengurangi daya saing CPO sebagai bahan baku energi, khususnya untuk sektor biodiesel. Kondisi tersebut diperburuk oleh pelemahan tajam harga minyak mentah dunia pada perdagangan sebelumnya yang turut menekan sentimen pasar komoditas global.
Survei Reuters sebelumnya menunjukkan stok minyak sawit Malaysia selama April diperkirakan mengalami penurunan, demikian pula ekspor. Namun di sisi lain, produksi diproyeksikan meningkat cukup signifikan seiring mulai pulihnya output musiman setelah periode produksi rendah pada awal tahun.
BACA JUGA: CPO KPBN Kamis (7/5) Turun ke Rp 15.222/Kg, Bursa Malaysia Lanjutkan Pelemahan Dua Hari Beruntun
Pelaku pasar kini menantikan rilis data bulanan pasokan dan permintaan dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada 11 Mei mendatang. Laporan tersebut dinilai akan menjadi indikator penting dalam membaca arah pergerakan harga CPO jangka pendek, terutama terkait perkembangan stok, produksi, dan ekspor Malaysia sebagai salah satu produsen sawit terbesar dunia.
Sementara itu, harga CPO di pasar domestik melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat mengalami withdraw (WD) pada tender Kamis (7/5/2026). Harga penawaran tertinggi berada di level Rp 15.222/kg.
BACA JUGA: Indonesia Perkaya Genetik Sawit, SDG Asal Tanzania Resmi Dilepas di Sumut
Dengan demikian, harga CPO KPBN tercatat turun Rp 50/kg dibandingkan perdagangan Rabu (6/5/2026) yang mencapai Rp 15.575/kg.
Tekanan juga terlihat di pasar minyak nabati regional lainnya. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian turun 1,14 persen, sementara kontrak minyak sawit di pasar yang sama melemah 1,48 persen. Di pasar Amerika Serikat, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turut terkoreksi 0,32 persen.
BACA JUGA: Sawit sebagai Model Swasembada dan Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi
Kondisi tersebut menunjukkan sentimen bearish masih membayangi pasar minyak nabati global, meski pelaku pasar tetap mencermati perkembangan produksi dan permintaan menjelang rilis data resmi MPOB pekan depan. (A3)