Harga CPO KPBN Selasa (19/5) Naik ke Rp15.388/Kg, Bursa Malaysia Menguat Tiga Hari Beruntun


AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada perdagangan Selasa (19/5/2026) ditetapkan sebesar Rp15.388 per kilogram. Dengan demikian, harga CPO tercatat naik Rp88 per kilogram atau sekitar 0,58 persen dibandingkan perdagangan Senin (18/5/2026) yang berada di level Rp15.300 per kilogram.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.388 per kilogram. Sementara harga CPO FOB Talang Duku berada di level Rp15.188 per kilogram.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Senin (18/5) Menguat ke Rp15.300/Kg, Ditopang Reli Minyak Mentah

Untuk CPO Loco Parindu, harga pembukaan tercatat Rp15.038 per kilogram, namun terjadi withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi hanya mencapai Rp14.850 per kilogram. Sedangkan harga CPO Loco S Tapung ditetapkan sebesar Rp15.149 per kilogram.

Di sisi lain, harga palm kernel (PK) Franco Belawan tercatat Rp14.803 per kilogram dengan penawaran tertinggi mencapai Rp14.585 per kilogram.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Menguat Ditopang Lonjakan Harga Minyak Mentah

Penguatan harga juga terjadi di pasar internasional. Harga minyak sawit mentah di Bursa Malaysia Derivatives melanjutkan kenaikan hingga sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Selasa (19/5/2026), dipicu rumor mengenai kemungkinan kebijakan pembatasan ekspor dari Indonesia sebagai eksportir sawit terbesar dunia.

Dilansir Reuters, kontrak acuan CPO pengiriman Agustus 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup naik RM53 per ton atau sekitar 1,17 persen menjadi RM4.587 per ton. Bahkan pada sesi perdagangan sore, kontrak tersebut sempat melonjak hingga 2,23 persen sebelum akhirnya ditutup lebih stabil.

BACA JUGA: Diskusi Forwatan: PSR Dinilai Jadi Kunci Produktivitas Sawit Nasional di Tengah Tekanan Ekspansi Lahan

Selain rumor kebijakan ekspor Indonesia, sentimen positif juga datang dari penguatan harga minyak nabati di pasar China. Harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian tercatat naik 1,67 persen, sementara kontrak minyak sawit di bursa yang sama menguat 1,76 persen.

Kenaikan harga minyak nabati pesaing tersebut dinilai turut menopang pergerakan harga sawit global di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi pengetatan pasokan dari Indonesia dan meningkatnya permintaan minyak nabati dunia. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP