Awal Pekan Melemah, Harga Karet Global Turun Lagi ke Rp37.281 per Kg


AGRICOM, JAKARTA – Harga karet alam di pasar SGX-Sicom pada perdagangan Senin (29/6/2026) kembali mengalami koreksi tipis. Harga karet tercatat sebesar 208,6 sen dolar AS per kilogram atau setara Rp37.281 per kilogram dengan kurs Rp17.872 per dolar AS.

Dibandingkan perdagangan Jumat (26/6/2026), harga karet mengalami penurunan sebesar Rp351 per kilogram dari posisi sebelumnya Rp37.632 per kilogram. Penurunan tersebut relatif lebih kecil dibandingkan pelemahan yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, menilai pelemahan yang terjadi pada awal pekan ini masih mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar global.

BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Anjlok di Akhir Pekan, Tertinggi ke Rp37.632/Kg

“Penurunan harga kali ini relatif terbatas dibandingkan koreksi sebelumnya. Ini menunjukkan tekanan jual mulai berkurang, meskipun pasar masih menunggu sentimen baru yang dapat mendorong pemulihan harga,” ujar Rudi, dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Senin (29/6).

Menurutnya, pelaku pasar saat ini masih mencermati perkembangan ekonomi global, pergerakan harga komoditas lainnya, serta kondisi permintaan dari industri manufaktur dan otomotif yang menjadi konsumen utama karet alam.

Secara keseluruhan, harga karet masih berada di atas level yang tercatat pada awal April 2026. Namun demikian, harga telah meninggalkan kisaran Rp40.000 per kilogram yang sempat bertahan selama beberapa pekan sebelumnya.

BACA JUGA: Mendag Busan Lepas Ekspor Gula Kelapa Banyumas ke AS, Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar karet sedang memasuki fase konsolidasi setelah mengalami tekanan pada akhir Juni. Para pelaku usaha dan petani kini menantikan arah pergerakan baru yang akan ditentukan oleh dinamika permintaan global dan sentimen pasar dalam beberapa hari mendatang.

Apabila tekanan jual terus mereda, pasar berpeluang bergerak lebih stabil. Sebaliknya, jika belum ada faktor pendorong baru, harga karet masih berpotensi bergerak terbatas dalam jangka pendek.

BACA JUGA: Kebun Benih Tebu 200 Hektare Rampung di Jabar, Varietas Panjalu 1 Siap Dibagikan Gratis Oktober–November 2026

Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:

- KKK 100%: Rp37.281/kg

- KKK 70%: Rp26.097/kg

- KKK 60%: Rp22.369/kg

BACA JUGA: Harga TBS Sumut Periode 24–30 Juni Turun, CPO Ditetapkan Rp15.230/Kg

- KKK 50%: Rp18.641/kg

- KKK 40%: Rp14.912/kg

- KKK 30%: Rp11.184/kg

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode Akhir Juni Naik Tipis, Tertinggi Rp3.754/Kg

Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.

Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP