Dok. Agricom/Kontrak berjangka CPO Malaysia ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026) setelah terdorong kenaikan harga minyak kedelai CBOT dan palm olein Dalian. Sementara itu, harga CPO KPBN di Indonesia kembali berstatus withdraw dengan penawaran tertinggi turun menjadi Rp15.362 per kilogram.
AGRICOM, JAKARTA – Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026), didorong oleh sentimen positif dari kenaikan harga minyak nabati global, khususnya minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) dan kontrak palm olein di Bursa Komoditas Dalian, Tiongkok.
Penguatan kedua komoditas tersebut meningkatkan optimisme pelaku pasar sehingga mayoritas kontrak CPO di Bursa Malaysia berakhir di zona hijau pada seluruh tenor utama perdagangan.
BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun 1,4% Sepekan, KPBN Turun ke Rp15.485/Kg pada Perdagangan Jumat (3/7)
Dilansir dari Bernama, kontrak CPO pengiriman Juli 2026 naik RM46 menjadi RM4.485 per ton. Sementara itu, kontrak Agustus 2026 menguat RM65 menjadi RM4.523 per ton, sedangkan kontrak September 2026 mencatat kenaikan terbesar, yakni RM70 menjadi RM4.550 per ton.
Tren positif juga berlanjut pada kontrak Oktober 2026 yang naik RM67 menjadi RM4.572 per ton. Kontrak November bertambah RM61 menjadi RM4.594 per ton, sementara kontrak Desember ditutup menguat RM57 ke level RM4.616 per ton.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Jumat (3/7) Turun ke Rp15.485/Kg, Bursa Malaysia Lanjutkan Pelemahan
Kenaikan harga tersebut mencerminkan masih kuatnya sentimen di pasar minyak nabati global. Pergerakan harga minyak kedelai di CBOT yang menguat serta reli palm olein di Dalian menjadi faktor utama yang menopang harga minyak sawit Malaysia di tengah dinamika perdagangan komoditas internasional.
Meski harga bergerak naik, aktivitas perdagangan mengalami perlambatan. Volume transaksi turun menjadi 59.610 lot dibandingkan 71.942 lot pada sesi sebelumnya. Posisi open interest juga sedikit menyusut dari 289.382 kontrak menjadi 288.418 kontrak, mengindikasikan sebagian pelaku pasar melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan harga.
Di pasar fisik, harga CPO untuk pengiriman Juli di wilayah Selatan Malaysia turut mengalami kenaikan sebesar RM50 menjadi RM4.520 per ton, sejalan dengan penguatan kontrak berjangka.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di pasar domestik Indonesia. Berdasarkan hasil tender PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), harga CPO kembali berstatus withdraw (WD) pada perdagangan Senin (6/7/2026).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II Juni 2026 Naik, Tertinggi Rp3.469,60/Kg
Penawaran tertinggi tercatat sebesar Rp15.362 per kilogram, turun Rp123 per kilogram atau sekitar 0,79% dibandingkan perdagangan Jumat (3/7/2026) yang mencapai Rp15.485 per kilogram.
Perbedaan arah pergerakan antara Bursa Malaysia dan pasar domestik Indonesia menunjukkan bahwa faktor internal, termasuk dinamika permintaan, mekanisme tender, dan strategi pelaku pasar, masih memengaruhi pembentukan harga CPO di dalam negeri, meskipun sentimen global cenderung memberikan dukungan terhadap harga minyak sawit dunia. (A3)