AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar domestik menunjukkan penguatan pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Meski demikian, seluruh penawaran di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom masih berakhir withdraw (WD) karena belum mencapai harga yang diharapkan penjual.
Berdasarkan data yang diperoleh Agricom.id dari KPBN, penawaran tertinggi CPO mencapai Rp15.488 per kilogram, meningkat Rp126 per kilogram atau sekitar 0,82 persen dibandingkan perdagangan Senin (6/7/2026) yang berada di level Rp15.362 per kilogram.
Untuk transaksi Franco Dumai, harga pembukaan ditetapkan sebesar Rp15.650 per kilogram, namun berstatus withdraw setelah penawaran tertinggi hanya mencapai Rp15.488 per kilogram.
Sementara itu, CPO FOB Talang Duku dibuka pada Rp15.520 per kilogram, tetapi juga mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.314 per kilogram. Adapun CPO Loco PKS Parindu & Ngabang dibuka di level Rp15.300 per kilogram dan berakhir withdraw setelah penawaran tertinggi tercatat Rp15.138 per kilogram.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Tembus Rp3.881,83/Kg
Pada komoditas turunannya, crude palm kernel oil (CPKO) Franco Dumai dibuka pada Rp29.964 per kilogram, namun mengalami withdraw dengan penawaran tertinggi Rp29.525 per kilogram. Sementara CPKO FOB Palembang dibuka Rp29.720 per kilogram dan berakhir withdraw dengan penawaran tertinggi Rp28.775 per kilogram.
Untuk palm kernel (PK) Franco Belawan, harga tercatat sebesar Rp13.765 per kilogram.
BACA JUGA: Harga CPO Bursa Malaysia Melemah Tipis, Kenaikan Harga Minyak Nabati Global Beri Dukungan Pasar
Di pasar internasional, pergerakan harga CPO juga relatif terbatas. Mengutip Reuters, kontrak berjangka CPO acuan pengiriman September 2026 di Bursa Malaysia Derivatives ditutup turun tipis RM1 per ton atau sekitar 0,02 persen menjadi RM4.549 per ton.
Perdagangan berlangsung dalam kisaran sempit setelah pasar memperoleh dukungan dari kenaikan harga minyak nabati pesaing dan kekhawatiran terhadap potensi penurunan produksi akibat fenomena El Nino. Namun, penguatan nilai tukar ringgit terhadap dolar AS membatasi penguatan harga karena membuat minyak sawit Malaysia menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.
BACA JUGA: Harga Karet SGX-Sicom Selasa (7/7) Naik Rp494/Kg, Dekati Level Rp39 Ribu/Kg
Sentimen positif juga terlihat di pasar minyak nabati lainnya. Di Bursa Dalian, Tiongkok, kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif naik 1,31 persen, sedangkan kontrak minyak sawit menguat 1,53 persen. Di Amerika Serikat, kontrak minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turut menguat 0,14 persen, memberikan tambahan dukungan terhadap prospek perdagangan minyak nabati global. (A3)