Dida Gardera: Riset dan Hilirisasi Sawit Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi Indonesia


AGRICOM, JAKARTA – Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera, menegaskan bahwa riset, inovasi, dan hilirisasi menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui industri kelapa sawit.

Hal tersebut disampaikannya saat menyampaikan keynote speech bertema "Ketahanan Ekonomi, Investasi, dan Hilirisasi Sawit Melalui Teknologi dan Inovasi Berkelanjutan" pada Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026.

Dalam sambutannya, Dida mengapresiasi penyelenggaraan PERISAI 2026 yang dinilai menjadi wadah penting untuk mempertemukan pemerintah, peneliti, akademisi, pelaku industri, dan pekebun dalam mendorong pengembangan teknologi sawit nasional.

BACA JUGA: GAPKI: Riset Sawit Harus Mampu Hadirkan Inovasi Industri Minyak Sawit Berkelanjutan

Ia juga memberikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang selama ini konsisten mendukung pengembangan riset dan inovasi di sektor sawit, termasuk dalam mempercepat hilirisasi produk dan pengembangan biodiesel.

Menurut Dida, keberhasilan Indonesia mengembangkan program mandatori biodiesel merupakan bukti nyata bahwa inovasi yang didukung riset mampu memberikan dampak besar bagi perekonomian nasional.

"Perjalanan biodiesel Indonesia sangat luar biasa. Dimulai dari B2,5 pada 2008, kemudian terus meningkat hingga B40, dan kini telah memasuki implementasi B50. Ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan teknologi dan inovasi di sektor sawit," ujarnya, dalam acara yang diikuti Agricom.id, Senin (20/7).

BACA JUGA: PERISAI 2026 Jadi Panggung Inovasi, BPDP Perkuat Ekosistem Inovasi Sawit Berkelanjutan

Dida mengungkapkan, keberhasilan program biodiesel Indonesia bahkan mendapat perhatian dunia. Sejumlah peneliti internasional menilai Indonesia berhasil melampaui banyak negara dalam pemanfaatan minyak sawit sebagai energi terbarukan, termasuk negara-negara yang lebih dahulu mengembangkan biofuel berbasis etanol.

Selain sektor energi, Dida juga menyoroti peningkatan produktivitas perkebunan sawit nasional yang terus menunjukkan tren positif. Ia menyebut produksi sawit Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menjadi indikator bahwa berbagai program pembenahan sektor sawit mulai memberikan hasil.

Menurutnya, salah satu langkah penting yang kini terus didorong pemerintah adalah penyelesaian persoalan legalitas lahan. Kepastian status lahan akan mempercepat pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) sekaligus memperkuat penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik ke Rp15.777/Kg, Didukung Penguatan Bursa Malaysia dan Minyak Dunia

"Ketika status lahan dapat diselesaikan, maka PSR akan semakin mudah dipercepat. Salah satu instrumen pentingnya adalah sertifikasi ISPO yang kini menjadi standar keberlanjutan bagi seluruh pelaku usaha perkebunan, termasuk pekebun rakyat," katanya.

Dida menegaskan pemerintah tidak hanya mewajibkan sertifikasi ISPO, tetapi juga memberikan dukungan pembiayaan kepada pekebun. Melalui pendanaan BPDP, biaya sertifikasi dapat ditanggung sehingga tidak menjadi beban bagi petani.

"Kalau legalitas lahan dan sertifikasi ISPO dapat diselesaikan, saya yakin berbagai persoalan di tingkat hulu akan bisa diselesaikan," ujarnya.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton

Di sektor hilirisasi, Dida menilai perkembangan industri sawit Indonesia berlangsung sangat pesat. Jika sekitar satu dekade lalu produk turunan sawit masih terbatas, kini jumlahnya telah berkembang menjadi ratusan jenis produk dengan nilai tambah yang jauh lebih tinggi.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari dukungan riset dan pengembangan yang secara konsisten didanai BPDP. Berbagai inovasi telah dihasilkan, mulai dari material pelapis (coating) yang mampu meningkatkan umur pakai produk hingga pengembangan material berbasis sawit untuk berbagai kebutuhan industri strategis.

"Modernisasi industri sawit berjalan sangat baik. Produk turunannya terus bertambah dan inovasi hasil riset semakin beragam. Ini menunjukkan investasi pada riset benar-benar memberikan dampak nyata terhadap penguatan daya saing industri sawit nasional," pungkas Dida. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP