Mentan Amran Targetkan NTB Jadi Motor Swasembada Bawang Putih dan Jagung Nasional

Mentan Amran Targetkan NTB Jadi Motor Swasembada Bawang Putih dan Jagung Nasional
Agricom.id

11 February 2026 , 11:21 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan NTB sebagai pusat pengembangan bawang putih dan jagung nasional, didukung bantuan benih gratis serta rencana pembangunan pabrik pakan ternak untuk memperkuat hilirisasi dan menjaga stabilitas harga petani. Foto: Kementan

 

AGRICOM, SEMBALUN, NTB — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu pusat utama pengembangan bawang putih dan jagung nasional. Penetapan ini sekaligus mengukuhkan NTB sebagai basis hilirisasi melalui pembangunan industri pakan ternak guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan periode 2026–2030.

Menurut Mentan Amran, keputusan tersebut didasarkan pada luasnya potensi lahan, dukungan agroklimat yang sesuai, serta kesiapan daerah untuk masuk ke tahap penguatan industri berbasis hasil pertanian.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Jadikan Swasembada Pangan Agenda Strategis Tiga Tahun ke Depan

NTB tercatat memiliki potensi pengembangan bawang putih seluas 7.750 hektare. Lombok Timur menjadi wilayah dengan potensi terbesar sekitar 2.500 hektare, diikuti Lombok Utara 2.000 hektare, Bima 1.500 hektare, Sumbawa 1.000 hektare, dan Lombok Tengah 750 hektare. Data tersebut menjadi fondasi dalam penyusunan target tanam, proyeksi produksi, hingga intervensi kebijakan pemerintah pusat untuk mengejar swasembada bawang putih nasional.

Saat meninjau gudang benih bawang putih dan berdialog dengan petani serta penyuluh pertanian lapangan (PPL) di Sembalun, Lombok Timur, Senin (9/2/2026), Mentan Amran menegaskan bahwa status NTB sebagai wilayah strategis harus diikuti percepatan kerja nyata.

“Yang paling sulit dalam hidup adalah mengubah mindset. Kalau mindset berubah, hidup berubah. NTB ini bisa sejahtera kalau lahan tidur dibangunkan, pemuda dibangunkan, PPL dibangunkan,” ujar Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Rabu (11/2).

BACA JUGA: Harga Karet SGX–Sicom Selasa (10/2) Naik Rp 227 per Kg

Ia menekankan, keberhasilan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh program, tetapi oleh etos kerja, kedisiplinan, dan keberanian mengambil langkah di lapangan. Peran PPL dinilai krusial sebagai penggerak peningkatan produktivitas.

“PPL jangan pernah kena sinar matahari di rumah. Bangunkan lahan tidur di NTB. PPL harus bersama lahan. Insyaallah NTB ini sejahtera,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran kembali menyoroti bawang putih sebagai komoditas strategis yang harus dikelola secara serius dan terukur, terutama dalam upaya menekan ketergantungan impor dan memperkuat produksi dalam negeri.

“Bawang putih ini sektor pertanian yang sangat baik. Kalau dikelola serius, produksinya bisa ditingkatkan. Jangan puas dengan hasil rendah, kita harus berani naikkan produktivitas,” katanya.

Langkah penguatan NTB sebagai sentra produksi juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai agenda prioritas nasional dalam tiga tahun ke depan. Presiden menyatakan Indonesia telah memasuki fase penting menuju kemandirian pangan menyeluruh.

“Sejak 31 Desember 2025 Indonesia sekarang swasembada beras dan Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung dan dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya,” ujar Presiden.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam periode 2026–2030, Kementerian Pertanian memastikan dukungan penuh, mulai dari penyediaan benih hingga pendampingan teknis kepada petani.

“Benih dibantu sepenuhnya, gratis. Seluruh biayanya ditanggung kementerian. Negara ini kalau mau maju, cukup katakan siap, lalu bekerja,” tegas Amran.

Selain bawang putih, jagung tetap menjadi komoditas utama NTB yang harus dijaga konsistensi pengembangannya. Untuk memperkuat nilai tambah dan menjamin kepastian pasar, pemerintah merencanakan pembangunan pabrik pakan ternak di NTB sebagai bagian dari strategi hilirisasi jagung.

Kehadiran industri pakan tersebut diproyeksikan menjadi offtaker utama hasil panen jagung petani, menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, serta mendorong integrasi sektor tanaman pangan dan peternakan. Dengan rantai pasok yang lebih pendek dan efisien, NTB diharapkan mampu membangun ekosistem agroindustri yang berkelanjutan.

“Tolong kawal baik-baik jagung di sini, juga bawang putih. Ini masa depan NTB,” ujar Mentan Amran.

Di hadapan Gubernur NTB dan para kepala daerah, Amran juga mengingatkan pentingnya meninggalkan warisan nyata dalam pembangunan pertanian.

“Hidup sekali, kita akan dikubur nantinya. Manusia meninggalkan nama baik, meninggalkan legacy,” pungkasnya.

Dengan dukungan kebijakan nasional, potensi lahan yang luas, serta penguatan hilirisasi melalui industri pakan ternak, NTB diproyeksikan menjadi sentra utama bawang putih dan jagung nasional sekaligus penopang kunci swasembada pangan Indonesia yang berkelanjutan. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP