Libatkan 61 Gapoktan Wonosobo, Kementan Genjot Hilirisasi dan Pengembangan Kawasan Kelapa 300 Ha

Libatkan 61 Gapoktan Wonosobo, Kementan Genjot Hilirisasi dan Pengembangan Kawasan Kelapa 300 Ha
Agricom.id

13 March 2026 , 09:45 WIB

Program pengembangan kawasan kelapa di Wonosobo mendorong peningkatan nilai tambah melalui pengolahan nira menjadi gula kelapa sekaligus memperkuat ekonomi pekebun. Foto: Ditjenbun Kementan

 

AGRICOM, WONOSOBO — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat pengembangan komoditas kelapa melalui berbagai program pemberdayaan pekebun. Salah satu langkah yang dilakukan adalah percepatan penyelesaian kegiatan Rencana Pengembangan Agribisnis Tanaman Tahunan (RPATA) Kelapa Tahun 2025 yang dilaksanakan di Kelompok Tani (Poktan) Kalpataru, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (7/3).

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Iim Mucharam, mewakili Direktur Jenderal Perkebunan, bersama jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta pengurus dan anggota kelompok tani setempat meninjau langsung aktivitas usaha yang dijalankan Poktan Kalpataru.

BACA JUGA: Perkuat Peternak Rakyat, Kementan Kawal Hilirisasi Ayam Gorontalo dengan ID FOOD

Kelompok tani tersebut mengembangkan usaha pengolahan nira kelapa menjadi gula kelapa cetak, yang dinilai memiliki nilai tambah ekonomi bagi pekebun sekaligus menjadi contoh nyata penerapan hilirisasi komoditas kelapa di tingkat petani.

Menurut Iim, pengembangan kawasan kelapa merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus memperkuat perekonomian pedesaan berbasis komoditas perkebunan.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2025, pengembangan kawasan kelapa di Kabupaten Wonosobo melibatkan 61 gabungan kelompok tani (gapoktan) dengan total luas areal mencapai 300 hektare.

BACA JUGA: Produksi Gula Nasional Digenjot, Kementan Targetkan 5,9 Miliar Mata Benih Tebu di 2026

“Pengembangan komoditas kelapa tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi di kebun, tetapi juga harus didorong hingga ke tahap pengolahan hasil agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi pekebun,” ujar Iim, dikutip Agricom.id dari laman Ditjenbun Kementan, Jumat (13/3).

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi Direktorat Jenderal Perkebunan dalam memperkuat sentra produksi kelapa nasional melalui pendekatan pengembangan kawasan yang terintegrasi, mulai dari kegiatan budidaya hingga pengolahan hasil.

Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat subsektor perkebunan agar mampu meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA: Siap Perkuat Kerja Sama Pertanian, Prancis Apresiasi Capaian Ketahanan Pangan Indonesia

“Yang terpenting bagi saya adalah memastikan para pekebun dapat hidup lebih sejahtera. Dengan sinergi yang kuat antar berbagai pihak serta komitmen bersama, kita dapat mendorong perekonomian pekebun agar terus berkembang dan memberi keuntungan yang layak,” ujar Mentan Amran.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa pengembangan kawasan kelapa berbasis kelompok tani merupakan langkah strategis dalam memperkuat rantai nilai komoditas kelapa nasional.

Menurutnya, melalui penguatan kelembagaan pekebun, peningkatan produktivitas kebun, serta pengembangan usaha hilir seperti pengolahan nira menjadi gula kelapa, diharapkan nilai tambah komoditas kelapa dapat dinikmati langsung oleh para pekebun.

Roni menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta kelompok tani menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan komoditas kelapa di berbagai daerah.

“Kegiatan di Wonosobo ini menjadi contoh bagaimana program pemerintah dapat langsung menyentuh petani melalui penguatan budidaya sekaligus hilirisasi produk. Dengan langkah tersebut, kelapa tidak hanya menjadi sumber bahan baku, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” ujar Roni. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP