Harga CPO Bursa Malaysia Rebound Didorong Lonjakan Ekspor dan Menguatnya Minyak Kedelai

Harga CPO Bursa Malaysia Rebound Didorong Lonjakan Ekspor dan Menguatnya Minyak Kedelai
Agricom.id

28 March 2026 , 19:01 WIB

Harga CPO di Bursa Malaysia naik pada kamis 26 Maret 2026 seiring lonjakan ekspor sawit Malaysia, kenaikan harga minyak kedelai dan minyak mentah, serta dukungan kebijakan yang memperketat pasokan global. Foto: Agricom

 

AGRICOM, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis (26/3/2026), setelah sempat mengalami pelemahan dalam dua sesi sebelumnya.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, kenaikan ini didorong oleh menguatnya harga minyak kedelai global dan minyak mentah, serta ditopang oleh kinerja ekspor yang tetap solid. Kombinasi faktor tersebut memberikan dorongan signifikan terhadap sentimen pasar.

BACA JUGA: 

- Harga CPO KPBN Naik Menjadi Rp15.615/Kg pada 26 Maret 2026, Bursa Malaysia Ikut Menguat

- Harga CPO Bursa Malaysia Melemah, Tertekan Minyak Kedelai Global

Kontrak acuan CPO untuk pengiriman Juni 2026 tercatat naik RM74 per ton atau sekitar 1,65% menjadi RM4.570 per ton pada jeda perdagangan siang.

Dari sisi fundamental, data surveyor kargo menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit Malaysia pada periode 1–25 Maret mengalami lonjakan signifikan, yakni berkisar antara 38,4% hingga 50,6% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang penguatan harga di pasar internasional.

Sejalan dengan pasar global, harga CPO domestik juga mencatat kenaikan. Harga CPO yang ditetapkan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) berada di level Rp15.615/kg, naik Rp242/kg atau sekitar 1,57% dibandingkan penawaran tertinggi pada perdagangan sebelumnya yang mencapai Rp15.373/kg.

BACA JUGA: 

- Harga TBS Sawit Sumut Turun Menjadi Rp3.834,74/kg Di Periode Akhir Maret 2026

- Harga Karet SGX-Sicom naik lagi Pada Jumat (27/3/2026), Tertinggi Rp33.266/Kg

Sentimen positif pasar juga diperkuat oleh rencana kenaikan pajak ekspor minyak sawit Indonesia pada April mendatang. Kebijakan ini dinilai berpotensi mengurangi tekanan pasokan global sekaligus menjaga keseimbangan pasar.

Selain itu, dari sisi energi, selisih harga antara minyak sawit dan gasoil yang kembali melebar turut meningkatkan daya saing CPO sebagai bahan baku biodiesel, sehingga memperkuat permintaan.

Pergerakan di pasar minyak nabati lainnya turut mencerminkan tren serupa. Di Bursa Dalian, harga kontrak soyoil naik 0,77% dan kontrak minyak sawit menguat 0,63%. Sementara itu, di Chicago Board of Trade, harga soyoil tercatat naik 0,36%.

Secara keseluruhan, penguatan harga CPO saat ini mencerminkan kombinasi faktor global dan domestik yang saling mendukung, meskipun volatilitas pasar masih akan menjadi tantangan dalam jangka pendek. (A3)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP