Presiden Prabowo Subianto siapkan investasi besar untuk mengembangkan avtur berbasis sawit dan minyak jelantah sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional. Foto: Istimewa
AGRICOM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi alternatif dengan rencana pembangunan pusat-pusat pengolahan (refinery) untuk memproduksi bahan bakar pesawat (avtur) berbasis kelapa sawit dan minyak jelantah.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki keunggulan bahan baku yang melimpah, khususnya dari komoditas kelapa sawit.
BACA JUGA: Kementan Percepat Hilirisasi Pertanian, Dorong Biofuel dan Bioetanol untuk Kemandirian Energi
“Selain dari minyak sawit, avtur juga dapat diproduksi dari minyak jelantah atau limbah minyak goreng yang diolah kembali menjadi bahan bakar bernilai tinggi. Pemanfaatan limbah ini dinilai menjadi solusi inovatif dalam mendukung transisi energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan,” kata Presiden Prabowo, dikutip Agricom.id dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (13/4).
Pemerintah, lanjutnya, akan segera membuka sejumlah fasilitas pengolahan untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Investasi besar pun telah disiapkan guna mempercepat pembangunan infrastruktur industri energi berbasis biofuel ini.
BACA JUGA: Mentan Amran Dukung Pakan Probiotik IPB, Siap Diadopsi Jika Terbukti Efektif
Sebelumnya, dalam arahannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Presiden menyampaikan bahwa dinamika global, termasuk konflik geopolitik, justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat pengembangan energi baru terbarukan (EBT).
Ia mendorong percepatan swasembada energi melalui pengembangan bahan bakar nabati dari berbagai sumber daya domestik, seperti singkong dan jagung, sebagai alternatif pengganti bahan bakar fosil.
BACA JUGA: PTPN IV PalmCo Siap Uji Coba Serangga Penyerbuk Tanzania untuk Dongkrak Produktivitas Sawit
Selain itu, pemanfaatan batu bara untuk menghasilkan bahan bakar cair juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi nasional. Langkah ini bertujuan menekan ketergantungan impor BBM dengan mengoptimalkan potensi sumber daya dalam negeri.
Presiden menilai Indonesia memiliki fondasi ekonomi dan ketahanan energi yang cukup kuat dalam menghadapi tekanan global. Dengan ketersediaan sumber daya yang beragam, Indonesia dinilai relatif lebih siap menghadapi potensi gangguan pasokan energi dunia.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO April 2026 Naik ke USD 989,63/MT, Ini Dampaknya ke Bea Keluar
Melalui pengembangan avtur berbasis sawit dan limbah, pemerintah berharap dapat memperkuat kemandirian energi sekaligus membuka peluang hilirisasi industri yang bernilai tambah tinggi di dalam negeri. (A3)