Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menginisiasi Gerakan Kakao Aceh Bangkit sebagai upaya strategis menghidupkan kembali komoditas kakao dan memperkuat ekonomi hijau berbasis petani.
AGRICOM, ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara resmi menggelar sosialisasi program pendampingan petani bertajuk “Gerakan Kakao Aceh Bangkit” sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali kejayaan komoditas kakao di daerah tersebut.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Setdakab Aceh Utara pada 9 April 2026 ini dibuka langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayahwa.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kakao memiliki potensi besar sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang mampu mendorong kesejahteraan petani. “Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan upaya serius melalui pendampingan teknis yang berkelanjutan, kata Ayahwa, dikutip Agricom.id dari KBRN RRI, Senin (13/4).
BACA JUGA:
- Presiden Prabowo Siapkan Produksi Avtur Berbasis Sawit dan Limbah, Investasi Kilang Disiapkan
- PTPN IV PalmCo Siap Uji Coba Serangga Penyerbuk Tanzania untuk Dongkrak Produktivitas Sawit
Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas dan kuantitas produksi menjadi kunci agar kakao Aceh Utara mampu bersaing, tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di tingkat internasional. Pendampingan kepada petani dinilai penting untuk memastikan penerapan praktik budidaya yang baik serta pengelolaan pascapanen yang optimal.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Utara, M. Nasir, serta perwakilan dari Forum Petani Kakao Aceh dan Konservasi Leuser. Hadir pula para kepala perangkat daerah, camat, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan.
BACA JUGA:
- Mentan Amran Dukung Pakan Probiotik IPB, Siap Diadopsi Jika Terbukti Efektif
- Kementan Jaga Harga Kedelai Stabil, Pelaku Usaha Sepakati HAP Rp11.500/Kg
Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kembali sektor kakao secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Sinergi antara pemerintah, komunitas petani, dan pegiat konservasi diharapkan mampu memperkuat fondasi pengembangan kakao yang berkelanjutan.
Program “Gerakan Kakao Aceh Bangkit” diharapkan menjadi momentum kebangkitan ekonomi hijau di Aceh Utara. Dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, inisiatif ini ditargetkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperbaiki kesejahteraan petani serta menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah tersebut. (A3)