Agricom.id, KENDAL - Kabupaten Kendal tetap memproduksi kedelai meskipun saat ada wabah pandemi virus corona (Covid-19). Beberapa saat lalu petugas penyuluh di Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal menunjukan lahan kedelai kelompok tani Rukun yang siap dipanen.
Petugas penyuluh lapangan, Supanti menunjukan, lahan seluas 22 hektar (ha) tersebut akan menghasilkan kedelai biji kering varietas Grobogan sebanyak 46,2 ton.
"Hasil ubinan menunjukkan, produktivitas mencapai 2,1 ton per hektar dan biasanya kedelai ini akan dijual Rp. 8.000 per kilogram," ujarnya di Kantor Dinas Pertanian Kendal, Senin (13/4/2020) dalam keterangan resmi yang diterima Agricom.id.
Supanti yang selalu mendampingi petani di lapangan menjelaskan, hasil panen biasanya akan dipasarkan langsung ke perajin tahu dan tempe yang juga berada di Kabupaten Kendal.
“Kami biasanya menjualnya di sekitaran sini saja. Ini sudah kontinu setiap tahunnya," katanya.
Dia mengaku bahwa penyuluh pertanian di Kecamatan Kangkung tetap semangat dalam melayani para petani dengan keadaan sekarang – ada wabah Covid-19. Para petani di sini juga tetap beraktifitas, memproduksi hasil pertanian sebagai bahan pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Supanti menambahkan, dalam melaksanakan aktifitas pertanian di tengah wabah Covid-19, dirinya selalu mengingatkan agar para petani selalu menerapkan social distancing dan physical distancing.
“Kami juga meminta agar para petani tidak berkerumun dan mengatur jarak minimal 1-2 meter, serta mengimbauan mereka untuk selalu memakai masker," tuturnya.
Di tempat terpisah, Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Kementerian Pertanian, Amirudin Pohan mengatakan, pihaknya menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 saat musim panen raya. Hal ini sama seperti yang dilakukan para petani di berbagai wilayah.
"Selain menerapkan protokol kesehatan, kami juga mengupayakan prasarana dan sarana pascapanen," ucapnya.
Amirudin mengatakan, pihaknya bersama pemerintah daerah, serta para mitra terus berupaya dalam menjaga stok pangan dalam negeri. Ia berharap. masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan pasokan pangan dalam negeri. Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, ketersediaan, distribusi, dan harga pangan selama pandemi Covid-19 harus aman termasuk kedelai, karena kedelai merupakan komoditas pangan penghasil protein utama bagi masyarakat.
"Hal ini juga menjadi arahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi. Kementerian pertanian berusaha menjamin ketersediaan bahan pangan pokok dan mengupayakan kelancaran distribusi pangan yang terjangkau sampai ke konsumen," tegasnya.
Perlu diketahui, Kabupaten Kendal adalah penyumbang produksi kedelai bagi Provinsi Jawa Tengah dengan rata-rata 10% setiap tahunnya. Pada tahun 2019 lalu Kendal memanen kedelai di lahan 723 hektar. Tahun ini pada bulan April 2020, diperkirakan Kendal akan memanen kedelai sebesar 60 hektar dari Kecamatan Kangkung dan Kecamatan Patean. (A2)