Dok. Kementerian ESDM/Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan PM Narendra Modi didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
AGRICOM, JAKARTA – Indonesia dan India mempertegas komitmennya untuk memperluas kemitraan strategis, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral, dalam kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Istana Merdeka, Jakarta.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan PM Narendra Modi didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang minyak dan gas bumi, batu bara, investasi, hingga ketahanan energi.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Selasa (7/7) Menguat 0,82%, Bursa Malaysia Ditutup Melemah Tipis
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India dibangun di atas ikatan sejarah yang panjang dan saling menghormati.
"Perdana Menteri, terima kasih atas kunjungan ini. Kita memiliki ikatan yang telah terjalin sejak ribuan tahun lalu, sehingga kami sangat menghargai persahabatan antara Indonesia dan India," ujar Presiden Prabowo, dikutip Agricom.id dari laman Kementerian ESDM, Selasa (7/7).
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton
Selama berada di Indonesia, PM Modi dijadwalkan menjalani rangkaian agenda kenegaraan bersama Presiden Prabowo, termasuk pertemuan bilateral dan pembahasan berbagai peluang kerja sama strategis yang menjadi kepentingan bersama. Kunjungan kenegaraan ini menjadi momentum penting untuk semakin memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan India di berbagai bidang, termasuk energi dan sumber daya mineral.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia berkomitmen memperkuat hubungan kerja sama dengan India yang selama ini telah berkembang secara positif.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–Sicom Rabu (8/7) Naik Rp496/Kg, Kian Dekati Level Rp39 Ribu/Kg
"Hubungan kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan India sudah lama terjalin dengan baik dan kita berkomitmen untuk meningkatkannya lebih baik. Kita akan wujudkan itu," kata Bahlil.
Menurut Bahlil, salah satu agenda penting yang dibahas adalah peluang peningkatan kerja sama di sektor minyak dan gas bumi. Pemerintah India disebut menyampaikan ketertarikan untuk memperluas investasinya pada industri hulu migas di Indonesia.
BACA JUGA: HPE Kakao Juli 2026 Naik 3,83 Persen, Pasokan Afrika Barat Masih Terganggu
"Oh ya, kalau kerja sama sama India itu, beberapa perpanjangan yang mereka menyatakan keinginannya untuk masuk ke sektor oil and gas," ujar Bahlil.
Kunjungan PM Modi ke Indonesia merupakan lawatan keduanya setelah kunjungan pada 2018. Sejak menjalin hubungan diplomatik pada 1951, Indonesia dan India terus memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, keamanan maritim, energi, teknologi, pendidikan, hingga hubungan antarmasyarakat.
Pemerintah Indonesia menilai kolaborasi yang semakin erat di sektor energi dan sumber daya mineral akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan ketahanan energi nasional, menarik investasi baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara di masa mendatang. (A3)