Kementan Tanam Serempak 52 Ribu Hektare di 25 Provinsi, Optimalkan Oplah dan CSR

Kementan Tanam Serempak 52 Ribu Hektare di 25 Provinsi, Optimalkan Oplah dan CSR
Agricom.id

17 June 2026 , 07:37 WIB

Dok. Kementan/ Gerakan tanam tersebut memanfaatkan lahan hasil Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025.

 

AGRICOM, SUMBA BARAT DAYA – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengakselerasi peningkatan produksi pangan nasional melalui Gerakan Tanam Serempak yang dilaksanakan di 25 provinsi dengan total areal mencapai 52.510 hektare. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/6/2026).

Gerakan tanam tersebut memanfaatkan lahan hasil Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan luas tanam dan indeks pertanaman (IP) guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mempercepat pencapaian swasembada pangan.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional di tengah berbagai tantangan global dan perubahan iklim.

BACA JUGA: Belajar dari Kegagalan, Mentan Amran Motivasi Mahasiswa IPB Raih Mimpi Besar

“Percepatan tanam menjadi kunci menjaga stabilitas produksi pangan nasional. Seluruh lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah harus segera ditanami agar memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi dan memperkuat swasembada pangan,” kata Mentan Amran, dikutip Agricom.id dari laman Kementan, Rabu (17/6).

Secara nasional, target tanam pada Gerakan Tanam Serempak kali ini terdiri atas Oplah Tahun 2024 seluas 25.200 hektare, Oplah Tahun 2025 seluas 25.170 hektare, dan lahan CSR Tahun 2025 seluas 2.140 hektare. Kegiatan dilaksanakan serentak mulai dari Aceh hingga Papua dengan melibatkan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan Gerakan Tanam Serempak menjadi akselerator peningkatan produktivitas lahan sekaligus mendorong peningkatan indeks pertanaman di berbagai wilayah Indonesia.

BACA JUGA: BRICS Perluas Akses Teknologi dan Investasi untuk Percepat Transformasi Pertanian Indonesia

“Kami kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serempak yang dipusatkan di Kabupaten Sumba Barat Daya dan diikuti 25 provinsi di seluruh Indonesia. Lebih dari 52 ribu hektare lahan kembali ditanami melalui gerakan ini,” ujar Arsanti saat menghadiri acara langsung di Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu fokus utama Kementan dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

“Gerakan ini mendorong petani untuk segera kembali menanam setelah panen sehingga indeks pertanaman dapat meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun. Kami menargetkan lahan-lahan hasil optimalisasi dapat mencapai IP 250 bahkan IP 300,” katanya.

BACA JUGA: FORTASBI Jadi Rumah Belajar Petani Sawit Bersertifikat, KUD Tani Subur Buktikan Manfaat RSPO

Arsanti menambahkan keberhasilan percepatan tanam sangat bergantung pada pengawalan di lapangan. Karena itu, penyuluh pertanian bersama Brigade Pangan terus didorong untuk memastikan seluruh lahan yang telah siap dapat segera ditanami.

Selain itu, pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern seperti rice transplanter dan drone pertanian juga terus diperluas untuk meningkatkan efisiensi usaha tani dan mengatasi keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak berlangsung di tengah capaian positif sektor pertanian nasional. Saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat sekitar 5,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

BACA JUGA: Regulasi Global Perkuat Tuntutan Ketertelusuran, RSPO Salurkan Rp416 Miliar untuk Petani Sawit

Berdasarkan data realisasi tanam periode Oktober 2025 hingga 10 Juni 2026, luas tanam pada lokasi Oplah 2024 telah mencapai 450.749 hektare dengan indeks pertanaman 1,29. Sementara Oplah 2025 mencapai 574.142 hektare dengan indeks pertanaman 1,31. Adapun lahan Cetak Sawah Rakyat telah tertanami seluas 58.028 hektare atau 95,44 persen dari target yang ditetapkan.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian dalam pengembangan sektor pertanian di daerahnya. Menurutnya, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani.

Dukungan serupa disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin. Ia menilai Gerakan Tanam Serempak merupakan langkah konkret untuk memperkuat produksi pangan nasional.

BACA JUGA: Terbitkan Kebijakan Lindungi Peternak, Mentan Amran: HAP Rp26.500 Wajib Ditegakkan

“Saya mendukung Gerakan Tanam Serempak yang hari ini dipusatkan di Sumba Barat Daya. Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar Usman.

Gerakan Tanam Serempak menjadi bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif, mempercepat peningkatan luas tanam, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan secara berkelanjutan. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP