HET MINYAKITA Tetap Rp15.700 per Liter, Pemerintah Perkuat Distribusi ke Pasar Rakyat

HET MINYAKITA Tetap Rp15.700 per Liter, Pemerintah Perkuat Distribusi ke Pasar Rakyat
Agricom.id

19 June 2026 , 21:57 WIB

Dok. Istimewa/ Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MINYAKITA tetap Rp15.700 per liter. Fokus kebijakan kini diarahkan pada penguatan distribusi melalui Bulog dan ID FOOD guna menjaga ketersediaan minyak goreng di pasar rakyat.

AGRICOM, JAKARTA Pemerintah menegaskan belum akan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat merek MINYAKITA. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, memastikan HET MINYAKITA tetap dipertahankan pada level Rp15.700 per liter, sementara upaya pemerintah saat ini difokuskan pada penguatan distribusi agar produk tersebut lebih mudah dijangkau masyarakat.

Menurut Mendag, langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas jaringan distribusi MINYAKITA melalui badan usaha milik negara di sektor pangan, yakni Perum Bulog dan ID FOOD. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan minyak goreng rakyat di berbagai daerah sekaligus menjaga harga tetap terjangkau.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik 1,22% di Tengah Tekanan Bursa Malaysia dan Pasar Global

“Sampai saat ini, tidak ada kenaikan HET MINYAKITA, masih Rp15.700 per liter. Kami saat ini akan fokus pada distribusi MINYAKITA ke pasar-pasar rakyat melalui BUMN Pangan seperti Bulog dan ID FOOD. Kami harap, MINYAKITA akan semakin banyak di pasar,” ujar Mendag Busan, dalam keterangan resmi yang diterima Agricom.id, Kamis (18/6).

Mendag Busan juga mengatakan, pemerintah akan bersinergi untuk memastikan kebutuhan minyak goreng dalam program bantuan pangan agar dapat dipenuhi menggunakan produk minyak goreng merek lain. “Kalau kemarin sebagian dipakai untuk bantuan pangan, selanjutnya akan menggunakan merek lain. Detailnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan produsen,” ujar Mendag Busan.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Turun Seiring Pelemahan Minyak Nabati dan Energi

Selain itu, pemerintah meminta produsen meningkatkan produksi minyak goreng merek alternatif atau second brand untuk mendampingi MINYAKITA. Ketersediaan minyak goreng second brand tersebut dapat semakin memberi pilihan minyak goreng dengan harga yang terjangkau kepada masyarakat.

“Kami juga meminta para produsen untuk memproduksi lebih banyak minyak goreng second brand. Sekarang pun, sudah banyak di pasar rakyat ya, tidak hanya MINYAKITA. Jadi sudah mudah untuk didapatkan,” ujar Mendag Busan. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP