Harga CPO KPBN Inacom Naik ke Rp15.835 Per Kg pada Selasa (18/8)


AGRICOM, JAKARTA — Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang diperdagangkan melalui PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom kembali menguat pada perdagangan Selasa (18/8/2026).

Harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.835/kg, naik Rp135/kg atau sekitar 0,86% dibandingkan harga pada perdagangan Jumat (14/8/2026) yang berada di level Rp15.700/kg.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Agricom dari KPBN Inacom, harga CPO Franco Dumai ditetapkan sebesar Rp15.835/kg, sementara CPO FOB Talang Duku dibuka pada level Rp15.585/kg namun mengalami withdraw (WD) dengan harga penawaran Rp15.539/kg. Adapun harga CPO Franco Teluk Bayur ditetapkan Rp15.635/kg.

BACA JUGA: CPO KPBN Bertahan di Rp15.700/Kg, Stok Malaysia Tekan Harga Bursa

Untuk produk turunannya, harga crude palm kernel oil (CPKO) Franco Dumai tercatat Rp28.100/kg, FOB Palembang Rp27.300/kg dengan keterangan IKIN.

Sedangkan harga palm kernel (PK) Franco Belawan mencapai Rp13.180/kg dengan keterangan MM.

Penguatan harga CPO di pasar domestik terjadi seiring tren positif di pasar global. Dilansir Trading Economics, kontrak berjangka CPO Malaysia melanjutkan penguatannya dan bertahan di atas level MYR4.800 per ton. Harga bahkan bergerak menuju level tertinggi sejak awal April, didukung kenaikan harga minyak nabati di pasar internasional.

BACA JUGA: Harga CPO Malaysia Melemah ke RM4.711 per Ton, Stok Tinggi Tekan Pasar

Penguatan minyak nabati di Bursa Dalian dan pasar Chicago menjadi salah satu faktor yang menopang sentimen positif perdagangan CPO. Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia turut memberikan tambahan dukungan bagi pasar minyak sawit.

Perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Prospek tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang semakin menjauh meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Agustus Turun ke USD 996,52/MT, Bea Keluar dan Pungutan Ekspor Ikut Disesuaikan

Kondisi tersebut turut berdampak pada pasar komoditas, termasuk minyak nabati. Minyak sawit memiliki keterkaitan erat dengan sektor energi melalui penggunaannya sebagai bahan baku biodiesel, sehingga pergerakan harga minyak mentah menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan pelaku pasar.

Ke depan, arah harga CPO diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak nabati global, pergerakan minyak mentah, nilai tukar ringgit Malaysia, serta perkembangan permintaan ekspor minyak sawit. (A3)


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


TOP