AGRICOM, JAKARTA – Harga karet di bursa SGX-Sicom menutup perdagangan Jumat (10/7/2026) dengan kenaikan tipis, namun tetap mampu mempertahankan posisi di atas level Rp39.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan momentum pemulihan harga masih terjaga meski laju penguatan mulai melambat.
Berdasarkan data perdagangan, harga karet ditutup sebesar US Cent 217,2 per kilogram, atau setara Rp39.096 per kilogram dengan kurs Rp18.000 per dolar AS. Dibandingkan perdagangan Kamis (9/7/2026) yang berada di level Rp39.091 per kilogram, harga naik tipis Rp5 per kilogram.
BACA JUGA: Harga Karet SGX–Sicom Kamis (9/7) Naik Rp288/Kg, Kembali Tembus Level Rp39 Ribu
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan stabilnya harga di atas Rp39.000 per kilogram memberikan optimisme bagi petani karet setelah sebelumnya pasar mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.
“Meski kenaikannya terbatas, bertahannya harga di atas level psikologis Rp39.000 per kilogram menjadi sinyal bahwa sentimen positif masih menopang pasar. Kondisi tersebut juga membuka peluang bagi harga untuk kembali menguji level Rp40.000 per kilogram, apabila didukung oleh peningkatan permintaan global, pasokan yang tetap terkendali, serta membaiknya sentimen di pasar komoditas internasional," ujarnya dalam keterangan yang diterima Agricom.id, Jumat (10/7).
BACA JUGA: Tender KPBN Inacom 9 Juli 2026; Harga CPO Naik ke Rp15.600/Kg
Berikut rincian harga karet di SGX Sicom berdasarkan kadar karet kering (KKK) atau Dry Rubber Content (DRC), harga ini belum dipotong biaya produksi:
- KKK 100%: Rp39.096/kg
- KKK 70%: Rp27.367/kg
- KKK 60%: Rp23.458/kg
BACA JUGA: Bapas Tanjungpandan Optimalkan Lahan Tidur untuk Budidaya Sayuran, Libatkan Klien Pemasyarakatan
- KKK 50%: Rp19.548/kg
- KKK 40%: Rp15.638/kg
- KKK 30%: Rp11.729/kg
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Juli 2026 Turun 2,78 Persen, BK Ditetapkan USD 148 per Ton
Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan salah satu bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan berbagai jenis karet alam. Bursa ini menjadi acuan bagi harga karet di pasar internasional, sehingga pergerakan harga di SGX Sicom sering kali mencerminkan kondisi pasar global.
Harga karet di Sicom SGX ini bisa menjadi acuan petani karet, selain harga patokan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perkebunan setempat yang bisa jadi berbeda di setiap daerah. (A3)